BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Taman merupakan sebuah
areal yang berisikan
komponen material keras dan lunak yang saling mendukung satu sama lainnya yang
sengaja direncanakan dan dibuat oleh manusia dalam kegunaanya sebagai tempat
penyegar dalam dan luar ruangan. Taman dapat dibagi dalam taman alami dan taman
buatan. Taman yang sering dijumpai adalah taman rumah tinggal, taman
lingkungan, taman bermain, taman rekreasi, taman botani.
Pertamanan
lebih spesifik karena menyangkut aspek estetika atau keindahan dan penataan
ruang sehingga memiliki fungsi dalam keberadaannya. Dalam membuat taman ada dua
elemen yang dikerjakan, yaitu bidang lunak (softscape) dan bidang bidang keras
(hardscape). Bidang lunak meliputi penanaman segala jenis pohon, semak dan
rumput. Bidang keras meliputi pembuatan jalan setapak, kolam, sungai buatan,
air mancur, pembuatan tebing, peletakan batu alam, gazebo, alat bermain
anak-anak, Ayunan, lampu taman, drainase dan sistem penyiraman.
Penataan taman menyangkut penyesuaian dengan ruang
di sekitarnya.
1.2 TUJUAN
1. Mengetahui pengertian dari taman botani.
2. Mengetahui macam macam taman botani di
Indonesia.
3. Mengetahui fungsi dari taman botani di
Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kebun
botani
Kebun botani (atau taman botani) adalah suatu lahan yang
ditanami berbagai jenis tumbuhan yang ditujukan untuk keperluan koleksi, penelitian, dankonservasi ex-situ (di luar habitat). Selain untuk penelitian, kebun botani dapat berfungsi
sebagai sarana wisata dan pendidikan bagi pengunjung.Arboretum adaalh
semacam kebun botani yang mengkoleksi pepohonan.
Dalam kebun
botani, tumbuhan koleksi dipelihara dan diberi keterangan nama dan beberapa
informasi lainnya yang berguna bagi pengunjung. Dua tambahan penting bagi suatu
kebun botani adalah perpustakaan dan herbarium. Keduanya
diperlukan untuk kegiatan penelitian dan dokumentasi. Identifikasi/klasifikasi
adalah hal yang umum dilakukan di kebun botani. Kebun botani dapat pula
memiliki bangunan khusus untuk menumbuhkan koleksi yang tidak dapat hidup pada
iklim alami tempat itu atau memerlukan perawatan khusus. Bangunan khusus ini
dapat berupa rumah kaca atau klimatron dan iklim buatan dapat dibuat di dalamnya.
Umumnya kebun
botani dapat dikunjungi umum. Pemilik kebun botani dapat suatu lembaga
tertentu, negara, maupun perorangan. Namun demikian, tidak semua kebun botani
dibuka untuk umum, contohnya Chelsea Physic Garden.
Kebun botani di Indonesia tidak banyak. Kebun botani milik negara di Indonesia memakai nama
"Kebun Raya" karena ukurannya yang luas. Di bawah LIPI/negara terdapat empat kebun botani, yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun Raya
Cibodas, Kebun Raya
Purwodadi (di utara Malang), dan Kebun Raya Eka
Karya Bali di Bedugul, Bali. Puspiptek
Serpong juga memiliki Kebun Botani
Puspiptek Serpong. Taman Buah Mekarsari adalah kebun botani yang mengkhususkan diri bagi tanaman buah-buahan. Di Tawangmangu juga terdapat taman koleksi tanaman obat-obatan milik Balittro.
2.2 ADA 4 JENIS TAMAN
BOTANI DI INDONESIA
1. KEBUN RAYA BOGOR
·
SEJARAH
Kebun Raya Bogor didirikan tanggal 18 Mei
1817 oleh Prof. Dr. C. G. C. Reindwart, seorang ahli botani berkebangsaan
Jerman. Pada awalnya kebun ini bernama s’Lands Plantentuin te Buitenzorg, yang
menjadi pusat introduksi berbagai tanaman ekonomi penting pertanian. Kelapa sawit (Elaeis guinensis)
adalah salah satu komoditi pertanian yang diintroduksi dari Afrika Barat ke
Indonesia melalui Kebun Raya Bogor yang akhirnya menjadi induk kelapa
sawitse-Asia Tenggara.
·
KOLEKSI
ANDALAN
Kebun Raya Bogor memiliki beberapa
koleksi menarik yang diminati masyarakat, seperti Bunga Titan Arum
(Amorphophallus titanum Becc.). Bunga dengan perbungaan terbesar di dunia ini
tingginya bisa mencapai 3 meter. Pada saat mekar, ia menebarkan bau bangkai
sehingga mengundang serangga untuk membantu penyerbukannya. Sekitar 10.000
spesimen anggrek koleksi Kebun Raya Bogor ditampilkan di rumah anggrek yang
dilengkapi sistem fogging sebagai pengatur kelembaban. Selanjutnya, terdapat
pohon palem (Arecaceae), tanaman obat, buah-buahan langka, meranti (Dipterocarpaceae)
dan kantung semar (Nephentaceae). Koleksi unik lainnya, seperti pohon
raja (Koompassia excelsa), teratai raksasa (Victoria amazonica) dan pohon-pohon
tua seperti leci, randu dan jati, semakin melengkapi keragaman koleksi yang
ada.
·
SPESIFIKASI
HABITAT
Sebagai kebun raya yang memiliki tipe
habitat dataran rendah basah, Kebun Raya Bogor terletak pada ketinggian 260 m
d.p.l., dengan kelembaban udara 80 – 90% dan curah hujan 3.000 – 4.300
mm/tahun.
·
JUMLAH
KOLEKSI
Dengan luas area sekitar 87 hektar,
Kebun Raya Bogor memiliki koleksi tumbuhan sejumlah 13.697 spesimen, yang
dikelompokkan ke dalam 3.441 jenis, 1.265 marga, dan 220 keluarga.
·
TEMPAT/BANGUNAN
MENARIK
Selain koleksi tanaman tropis, Kebun
Raya Bogor juga memiliki beberapa tempat dan bangunan bersejarah yang menarik
untuk dikunjungi. Begitu memasuki gerbang utama Kebun Raya Bogor, tampak
deretan pohon kenari (Canarium vulgare) di sebelah kiri dan kanan jalan. Pohon
yang ditanam tahun 1831, 1834, dan 1835, berasal dari Sulawesi dan Maluku ini
menimbulkan kesan tersendiri. Kemudian Taman Teysmann, sebuah taman bergaya
formal yang dibangun tahun 1889 sebagai penghargaan kepada Johannes Teysmann,
salah seorang kurator Kebun Raya Bogor yang banyak berkarya dalam bidang
lansekap. Masih banyak tempat lain yang menarik, yaitu Taman Lebak Sudjana
Kasan, Jalan Astrid, Taman Kaktus, juga Monumen J. J. Smith, Jembatan Gantung,
Pohon Kalong, Kuburan Belanda, serta Monumen Lady Raffles adalah tempat yang
jarang dilewatkan begitu saja.
2. KEBUN RAYA CIBODAS
Kebun Raya Cibodasmerupakan salah
satu dari beberapa kebun raya yang paling terkenal di Indonesia. Kebun raya ini
terletak dikompleks hutan Gunung Pangrango, Desa Cimacan, Pacet, Cianjur, Jawa
Barat. Kebun raya ini memiliki kontur atau bentuk topografi yang bergelombang
dan berbukit - bukit. Berada pada ketinggian 1.275 meter dpl membuat suasana di
kawasan ini begitu sejuk dengan suhu udara 17 - 27 derajat Celcius.
Lokasi kebun yang dibangun
oleh Johannes Elias Teijsmann pada tahun 1852 ini mudah dijangkau.
Dari Cipanas jaraknya sekitar 5 kilometer melalui Simpang Tiga Pangrejen. Bila
dari Jakarta, Bogor atau Bandung, gunakan saja kendaraan roda empat atau roda
dua.
Kebun yang menjadi cabang dari Kebun Raya Bogor ini memdapat curah hujan yang cukup tinggi dengan suhu
rata-rata pertahunnya 18 derajat Celcius. Tak heran jika kebun botani ini
dikhususkan bagi tumbuhan dataran tinggi basah tropika,
seperti runjung dan paku-pakuan. Berbagai pohon yang besar
sepertitusam, juga bisa ditemukan disini.
Yang paling khas di kebun raya
Cibodas ini adalah Taman Lumut Cibodas. Disini terdapat 216 jenis lumut
dari berbagai sudut daerah di Indonesia dan dunia. Dengan luas 2.500 meter
persegi, taman ini disebut-sebut sebagai satu-satunya di dunia yang terletak di
luar ruangan dan memiliki koleksi terbanyak. Kebun Raya Cibodas (KRC)
dimaksudkan sebagai tempat koleksi ex situ (di luar habitat) bagi
tumbuh-tumbuhan tropis basah dataran tinggi. Termasuk dalam koleksinya adalah
berbagai jenis pohon besar yang dilindungi seperti tusam dan tumbuhan runjung, tumbuhan paku pegunungan, hutan kaliandra, hutan alam dan terdapat pua air
terjun. Dari pintu masuk ke lokasi air terjun berjarak 750 meter.
Koleksi yang paling khas dari KRC
adalah Taman Lumut Cibodas yang memiliki 216 jenis lumut dan lumut hati dari berbagai sudut Indonesia
dan dunia. Dengan luas 2500m persegi, taman ini diklaim sebagai satu-satunya di
dunia yang terletak di luar ruangan dan memiliki koleksi terbanyak.
3. Kebun Raya Purwodadi di utara Malang
Kebun Raya Purwodadi adalah
sebuah kebun penelitian besar yang terletak
di Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia. Luasnya mencapai 85 hektar dan
memiliki sekitar 10.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan.
kebun raya Purwodadi didirikan pada
tanggal 30 Januari 1941 oleh
Dr. Lourens Gerhard Marinus Baas Becking atas prakarsa Dr. Dirk Fok van Slooten pada tanggal 30 Januari 1941
sebagai pemekaran dari Stasiun Percobaan 's Lands Plantentuin Buitenzorg
atau Kebun Raya Bogor. Kebun ini merupakan salah satu dari
tiga cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang masing-masing memiliki
tugas dan fungsi spesifik. Kedua cabang lainnya adalahKebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka
Karya Bali.
Pengelolaan seluruh Kebun Raya ini berada di bawah tanggung jawab Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Mula-mula kebun ini dipergunakan
untuk kegiatan penelitian tanaman perkebunan. Kemudian pada tahun 1954 mulai
diterapkan dasar-dasar perkebunrayaan yaitu dengan dimulainya pembuatan
petak-petak tanaman koleksi. Sejak tahun 1980 sebagian tanaman ditata kembali
menurut kelompok suku yang menganut klasifikasi sistem Engler dan Pranti. Dalam
perkembangannya diharapkan Cabang Balai Kebun Raya Purwodadi akan menjadi pusat
konservasi dan penelitihan tumbuhan iklim kering di daerah tropis.
Koleksi Pohon dan Tumbuhan
Polong-polongan
Digolongkan menjadi 3 suku
yaitu Mimosaceae, Caesalpiniaceae, dan Papilionaceae. Ada 157 jenis dari 70 marga yang termasuk dalam suku-suku
tersebut. Berbagai jenis polong-polongan dimanfaatkan sebagai tanaman hias
seperti jenis-jenis dari marga Amherstia, Brownea, Cassia, Senna,
dan Saraca.
Selain itu, beberapa jenis
dimanfaatkan juga kayunya untuk bangunan seperti sonokeling (Dalbergia latifolia) dan wangkal (Albizia procera), tanaman penghijauan dan tepi jalan
seperti Angsana (Pterocarpus indicus), Akasia (Acacia
auriculiformis) dan Soga (Peltophorum pterocarpum). Ada
pula yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat seperti Johar (Senna
siamea), Kedawung (Parkia timoriana), Dadap
srep (Erythrina
subumbrans), dan Dadap ayam (Erythrina orientalis).
Anggrek
Ditempatkan di rumah kaca yang
kondisinya disesuaikan dengan habitat alaminya. Ada sekitar 2.344 spesimen
anggrek alam yang terdiri atas 319 jenis, 69 marga, dan 277 masih sp.. Sekitar
7 jenis merupakan anggrek endemik Jawa Timur seperti Appendicula
imbricata, Dendrobium arcuatum, Paphiopedilum glaucophyllum (Anggrek Selop), dan lain-lain. Sedangkan yang terancam keberadaannya di
alam antara lain Ascocentrum miniatum, Phalaenopsis amabilis(anggrek bulan), Coelogyne pandurata (anggrek hitam) asal Kalimantan dan lain-lainnya.
Palem
Palem termasuk dalam famili Arecaceae dan merupakan jenis-jenis tertua yang telah dijumpai
sejak zaman Cretaceus, kurang lebih 120 juta tahun yang lalu. Arecaceae sangat
menarik dari segi botani, keindahan bentuknya, keanekaragaman jenis dan
kegunaannya. Famili Arecaceae di dunia diperkirakan 200-300 genus dan sekitar
2000-3000 jenis tersebar di daerah tropis dan sub tropis. Indonesia merupakan
pusat keanekaragaman palem dunia, dari jumlah palem yang terdapat di dunia 46
genus di antaranya (576 jenis) terdapat di Indonesia dan 29 genus merupakan
palem endemik. (LBN-LIPI, 1978; Witono, 1998; Sharma, 2002; Chin, 2003).
Sebagai salah satu lembaga konservasi
tumbuhan ex-situ, Kebun Raya Purwodadi mempunyai tugas melaksanakan
inventarisasi, eksplorasi, penanaman koleksi dan pemeliharaan tumbuhan dataran
rendah kering yang memiliki nilai ilmu pengetahuan dan berpotensi untuk
dikoleksi (dikonservasi). Kebun Raya Purwodadi seluas 845.148 m2 memiliki 174
famili, 904 marga dan 1.896 jenis dengan koleksi Arecaceae sejumlah 60 marga
117 jenis dan 435 individu berdasarkan katalog 2006 (Suprapto et al., 2006).
Bambu
Sekitar 30 jenis bambu telah
dikoleksi Kebun Raya Purwodadi, 16 jenis berasal dari Jawa, 2 jenis
dari Maluku, 2 jenis dari Sulawesi, dan 10 jenis dari beberapa negara
Asia (Cina, Jepang, Thailand, India,
dan Birma). Gigantochloa manggong (Bambu Manggong) merupakan bambu endemik Jawa
Timur ,Gigantochloa apus (pring apus) sering dipergunakan untuk mebel,
kerajinan atau atap rumah, Dendrocalamus asper (pring petung)
rebungnya untuk dimakan, dan Schizostachyum silicatum (bambu
wuluh) untuk
seruling.
Paku
Koleksi tumbuhan paku ditata di bawah pepohonan besar dan rindang, karena
kelompok tumbuhan ini menyukai tempat rindang dan lembap. Koleksinya mencapai
60 jenis dari 36 marga dan 21 suku.
Di antaranya paku sarang burung (Asplenium nidus), suplir (Adiantum spp.), hata (Lygodium
circinnatum), dan paku tanduk rusa/simbar menjangan (Platycerium coronarium). Ada beberapa
koleksi tumbuhan paku bermanfaat lainnya, seperti paku sayur (Athyrium esculentum) yang dapat dimakan
tunasnya, Asplenium sp. dan Adiantum sp. sebagai tanaman
hias, paku ekor kuda Equisetum debile sebagai bahan
pengobatan, Cyathea contaminans sebagai bahan media tumbuh anggrek,
dan hata Lygodium circinnatum sebagai bahan kerajinan.
Obat
Terletak di petak XIV G dan V A,
ditata sedemikian rupa hingga berfungsi sebagai taman yang menarik untuk
dinikmati. Di antara koleksinya adalah Pace (Morinda citrifolia), buahnya untuk
obat batuk dan tekanan darah tinggi, daun ungu (Graptophyllum pictum), daunnya untuk obat wasir, Widoro
upas (Merremia mammosa), umbinya untuk obat kencing manis, Sembung (Blumea balsamifera) daunnya untuk obat asma, sakit jantung, Wudani (Quisqualis indica) daunnya
untuk obat cacing dan lain-lainnya.
4. Kebun Raya Eka Karya Bali di Bedugul, Bali
Kebun Raya Eka Karya Bali adalah
sebuah kebun botani besar yang terletak di
wilayah Kabupaten Tabanan, Bali, Indonesia.
Kebun ini merupakan kebun raya pertama yang didirikan oleh putra bangsa Indonesia.
Pengelolaannya dilakukan oleh Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan secara struktur organisasi berada di bawah
pembinaan Pusat
Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor. Kebun ini didirikan pada 15 Juli 1959. Pada awalnya Kebun Raya Eka Karya
Bali hanya diperuntukkan bagi tetumbuhan runjung. Seiring dengan perkembangan dan perubahan status serta luas
kawasannya, kebun yang berada pada ketinggian 1.250–1.450 m dpl ini kini menjadi kawasan konservasi ex-situ bagi tumbuhan
pegunungantropika Kawasan Timur Indonesia. Luas kawasan Kebun Raya semula
hanya 50 ha, tetapi saat ini luas kebun raya menjadi 157,5 ha.
Koleksi botani
Kebun Raya Eka Karya Bali memiliki
beberapa koleksi tanaman yang dikelompokkan berdasarkan kekerabatannya. Selain
dikoleksi, jenis–jenis tanaman tersebut juga diupayakan penelitian dan
pengembangannya. Beberapa koleksi yang ada di antaranya mencakup anggrek, kaktus, paku/pakis, bambu, dan palma.
2.3 FUNGSI TAMAN BOTANI
1. KOVERVASI EX SITU
Konservasi ex situ merupakan metode
konservasi yang mengonservasi spesies di luar distribusi alami dari populasi
tetuanya. Konservasi ini merupakan proses melindungi spesies tumbuhan dan hewan
(langka) dengan mengambilnya dari habitat yang tidak aman atau terancam dan
menempatkannya atau bagiannya di bawah perlindungan manusia. Kebun botani
(raya), arboretum, kebun binatang dan aquarium merupakan metode konservasi ex
situ konvensional. Fasilitas ini menyediakan bukan hanya tempat terlindung dari
spesimen spesies langka tetapi juga memiliki nilai pendidikan. Fasilitas ini
memberikan informasi bagi masyarakat mengenai status ancaman pada spesies
langka dan faktor-faktor yang menimbulkan ancaman dan membahayakan kehidupan
spesies (Irwanto, 2007).
Gambar 2. Kebun raya bogor merupakan
salah satu bentuk konservasi ex-situ
Irwanto (2007) lebih lanjut
menjelaskan bentuk yang paling umum untuk konservasi ex situ untuk pohon adalah
tegakan hidup. Tegakan seperti ini sering kali bermula dari koleksi sumber
benih dan dipelihara untuk pengamatan. Ukuran tegakan mungkin berkisar dari
spesimen dalam kebun botani (raya) dan arboretum, sampai dengan beberapa pohon
ornamental pada plot-plot kecil, atau plot-plot yang lebih besar untuk pohon.
Tegakan hidup yang cukup luas untuk tujuan konservasi misalnya apa yang
dinamakan tegakan konservasi. Ini merupakan konservasi yang bersifat
evolusinari dan berlawanan dengan konservasi statik dalam arti memiliki tujuan
mendukung perubahan genetik sejauh hal ini berkontribusi pada adaptasi yan
berkelanjutan. Konservasi evolusinari ini memiliki ciri:
·
Pohon-pohon
bereproduksi melalui benih dari satu generasi ke generasi berikutnya; gen akan
terkonservasi tetapi genotipe tidak, karena rekombinasi gen akan terjadi pada
setiap generasi.
·
Intervensi
manusia bila ada, dirancang untuk memfasilitasi proses genetik yang moderat
daripada menghindarkannya.
·
Variasi
genetik di antara populasi dari lingkungan yang berbeda secara umum
dipertahankan.
2. PENELITIAN
Penelitian merupakan suatu
penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga
merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki
masalah tertentu yang memerlukan jawaban. Hakekat penelitian
dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian
untuk melakukan penelitian Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di
antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan
tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian
merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui
sesuatu. Keinginan untuk
memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang
umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.
3. TEMPAT PENDIDIKAN LINGKUNGAN
4. TEMPAT WISATA
BAB III
KESIMPULAN
Kebun botani (atau taman
botani) adalah suatu lahan yang ditanami berbagai jenis tumbuhan yang ditujukan untuk keperluan koleksi, penelitian, dankonservasi ex-situ (di luar habitat). Selain untuk
penelitian, kebun botani dapat berfungsi sebagai sarana wisata dan pendidikan
bagi pengunjung.Arboretum adaalh semacam kebun botani yang mengkoleksi
pepohonan.
Kebun botani di Indonesia tidak banyak. Kebun botani milik negara di Indonesia
memakai nama "Kebun Raya" karena ukurannya yang luas. Di bawahLIPI/negara
terdapat empat kebun botani, yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi (di utara Malang),
dan Kebun Raya Eka
Karya Bali di Bedugul, Bali. Puspiptek Serpong juga
memiliki Kebun
Botani Puspiptek Serpong. Taman Buah Mekarsari adalah kebun botani yang mengkhususkan diri bagi tanaman
buah-buahan. Di Tawangmangu juga terdapat taman koleksi
tanaman obat-obatan milik Balittro.
Fungsi taman botani adalah :
1. Sebagai konservasi EX SITU
2. Sebagai bahan penelitian
3. Sebagai tempat pendidikan lingkungan
4. Sebagai tempat wisata
DAFTAR PUSTAKA
buku Metodologi Penelitian
Bisnia, penulis : Dr. Nur Indriantoro,M.Sc., Akuntan ; Drs. Bambang
Supomo, M.Si. Akuntan, penerbit : BPFE Yogyakarta
Irwanto. 2007. Konservasi Biodiversitas. Http://www.irwantoshut.com