LAPORAN PRAKTIKUM
FISIOLOGI TUMBUHAN
POTENSIAL AIR PADA JARINGAN TUMBUHAN
Disusun oleh:
Insan Ridha Ulil Albab
1210706014
Kelompok III
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2011
I.JUDUL PRAKTIKUM
POTENSIAL AIR PADA JARINGAN TUMBUHAN
II.LANDASAN TEORI
Air merupakan bahan yang sangat penting bagi kehidupan, demikian pentingnya sehingga tidak mungkin ada kehidupan tanpa air.. Air merupakan 85 – 95 % berat tumbuhan herba yang hidup di air. Dalam sel, air diperlukan sebagai pelarut unsur hara sehingga dapat digunakan untuk mengangkutnya; selain itu air diperlukan juga sebagai substrat atau reaktan untuk berbagai reaksi biokimia misalnya proses fotosintesis; dan air dapat menyebabkan terbentuknya enzim dalam tiga dimensi sehingga dapat digunakan untuk aktivitas katalisnya. Tanaman yang kekurangan air akan menjadi layu, dan apabila tidak diberikan air secepatnya akan terjadi layu permanen yang dapat menyebabkan kematian.
Adanya potensial osmosis cairan sel air murni cenderung untuk memasuki sel, sedangkan potensial turgor yang berada di dalam sel mengakibatkan air untuk cenderung meninggalkan sel. Saat pengaturan potensial osmosis maka potensial turgor harus sama dengan 0. Agar potensial turgor sama dengan 0 maka haruslah terjadi plasmolisis. Plasmolisis adalah suatu proses lepasnya protoplasma dari dinding sel yang diakibatkan keluarnya sebagian air dari vakuola (Salisbury and Ross, 1992). Menurut Winduwati (2000), karakteristik permeasi air pada membran osmosis balik telah dipelajari dengan menggunakan membran komposit modul modul sopitral wound dan larutan klorida dalam air dalam larutan umpan.
Penentuan nilai osmotic cairan sel dapat pula dilakukan dengan metode “Chardakov”. Penentuan nilai osmotik ini sudah sejak lama dikenal oleh V.S Chardakov yang berasal dari Rusia. Cara ini relative lebih mudah, akurat, dan mudah diterapkan dilapangan. Perhitungan nilai potensial osmotic cairan sel dengan metode Chardakov ini didasarkan pada perubahan konsentrasi larutan akibat adanya penyerapan larutan oleh jaringan yang direndam atau adanya pengeluaran cairan dari jaringan yang direndam di dalam larutan. Dalam metode Chardakov, gerakan partikel-partikel zat terlarut ked an dari dalam jaringan/larutan diabaikan.
III. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mengukur potensial air jaringan dengan cara Chardakov.
IV. ALAT dan BAHAN
| Alat: - Tabung reaksi - Pengebor gabus berdiameter 1 cm - Pengaduk - Silet - Pipet tetes - Pinset | Bahan : - Platycerium bifurcatum C.Chr (daun tanduk rusa ) - Larutan sukrosa 0,1 M; 0,2 M; 0,3 M; 0,4 M; 0,5 M; dan 0,6 M |
IV. CARA KERJA
Tabung vial diisi dengan larutan sukrosa sebanyak 10 ml kemudian potongan daun dari tanduk rusa (Platycerium bifurcatum C.Chr.) yang akan diukur potensial airnya dibuat dengan pengebor gabus dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi 20 potongan jaringan kemudian ditutup dan biarkan selama 60 menit. Setiap 20 menit tabung reaksi digoyang perlahan – lahan untuk mempercepat terjadinya kesetimbangan. Setelah 60 menit potongan daun dikeluarkan dengan mengunakan pinset lalu larutan sisa diberi metilen blue dengan mengunakan pipet tetes dan pergerakan larutan tersebut diamati. Apabila larutan pengetes jatuh kedasar larutan berarti larutan sisa telah menjadi encer, apabila larutan pengetes dipantulkan lagi keatas berarti larutan sisa telah menjadi pekat jika larutan pengetes melayang berarti larutan tersebut tidak mengalami perubahan.
V. HASIL DAN PENGAMATAN
- tabel hasil larutan sukrosa yang diuji dengan metode Chardakov.
| Tabung No | Kel Kons | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 1 | 0,1 M | + | + | + | + | + |
| 2 | 0,2 M | ++ | ++ | ++ | ++ | +++ |
| 3 | 0,3 M | ++ | ++ | ++ | ++ | ++ |
| 4 | 0,4 M | ++ | +++ | ++ | ++ | ++ |
| 5 | 0,5 M | ++ | ++ | ++ | ++ | ++ |
| 6 | 0,6 M | +++ | +++ | ++ | ++ | ++ |
Ket: + = mengambang; ++: melayang; +++ = tenggelam.
- Tentukan potensial air jaringan dari daun yang diuji berdasarkan data berikut:
| Larutan | Potensial Air (atm) |
| 0,1 M | -2,6 |
| 0,2 M | -5,3 |
| 0,3 M | -8,1 |
| 0,4 M | -11,1 |
| 0,5 M | -14,3 |
| 0,6 M | -17,8 |
VI. PEMBAHASAN
Pada metode volume-jaringan, sampael jaringan yang diinginkan dimasukkan ke dalam seri larutan sukrosa dengan beragam konsentrasi yaitu 0,1 – 0,6 M. Larutan terbaik untuk pengukuran ini adalah larutan yang tidak mengubah volume jaringan, artinya tidak ada air yang masuk atau yang keluar. Ini menandakan bahwa jaringan dan larutan berada dalam keadaan kesetimbangan. Keadaan ini merupakan keadaan ideal dimana persamaan Ψw = Ψs. Artinya, potensial air yang kita cari sama dengan nilai potensial osmotik atau solutnya.
VS. Chardacov membuat metode pengamatan tersebut lebih praktis dan mudah untuk dipahami (Salisbury,1995). Prinsip kerjanya adalah tabung uji yang berisi larutan dengan konsentrasi bertingkat diberi sedikit warna dengan cara melarutkan sedikit kristal zat warna, pada praktikum ini kita menggunakan metilen blue. Sampel jaringan juga dimasukkan ke dalam tabung uji yang berisi larutan dengan konsentrasi setara, tapi tanpa zat warna. Diperlukan waktu untuk pertukaran air, tapi jaringan tidak perlu mencapai kesetimbangan dengan larutan. Waktu yang dibutuhkan itu adalah 60 menit. Setelah itu, jaringan diangkat, dan setetes kecil larutan metilen dijatuhkan ke tabung uji. Jika tetesan itu mengambang naik, maka larutan perendam jaringan tadi telah menjadi lebih pekat. Jika tetesan tenggelam, larutan telah menjadi kurang pekat; berarti larutan telah menjadi kurang pekat. Jika larutan melayang, maka tidak terjadi perubahan konsentrasi.
Pada data yang didapat, konsentrasi larutan 0,1 M menghasilkan metilen blue yang melayang di dalam larutan. Hal ini berarti konsentrasi sukrosa dalam larutan sama dengan konsentrasi sukrosa dalam jaringan yaitu 0,1 M. Dapat disimpulkan, keadaan ini merupakan keadaan setimbang dimana potensial air yang dimiliki oleh jaringan sama dengan potensial osmotiknya (Ψw = Ψs) atau bisa dikatakan pada rumus Ψw = Ψs + Ψp, potensial tekanan turgor yang dihasilkan sama dengan nol dikarenakan tidak adanya aliran masa air ke dalam sel yang mengakibatkan membran sel terdorong ke luar. Jadi, untuk mencari potensial air dari jaringan, cukup dengan menggunakan persamaan umum untuk gas sempurna (fluida) yang dikemukakan oleh JH vant Hoff (1887) (cit Salisbury, 1995) bahwa nilai potensial air adalah
Ψw = Ψs = -M.i.R.T
Jika kita ketahui bahwa pada tabung uji tersebut memiliki konsentrasi larutan/konsentrasi sukrosa jaringan = 0,1 M, konstanta ionisasi sukrosa adalah 1, konstanta gas di dalamnya 0,0831 kg bar / mol.K, dan suhu yang dipertahankan dengan aluminium foil adalah 20 oC atau setara dengan 290 K, maka potensial air tersebut
Ψw = -M.i.R.T
= - 0,1 M x 1 x 0,0831 x 290
= - 2,4099 kg.bar
Jadi, potensial air yang dimiliki oleh jaringan wortel (Discuss carota L.) tersebut adalah – 2,4099 kg.bar. Keadaan potensial osmosis yang seperti ini merupakan keadaan ideal untuk tumbuhan. Pendapat ini diperkuat oleh Salisbury (1995) bahwa potensial air yang ideal untuk tumbuhan adalah – 2 sampai – 3 Kj atau Kg.bar.
VII. KESIMPULAN
VII. KESIMPULAN
Pada percobaan potensial air jaringan dengan metode chardakov, semakin tinggi konsentrasi larutan akan semakin tinggi kemungkinan larutan jaringan untuk jatuh.
VIII.DAFTAR PUSTAKA
Kimball, J. W. 1983. Biologi. Erlangga, Jakarta.
Meyer, B.S and Anderson, D.B. 1952. Plant Physiology. D Van Nostrand Company Inc., New York.
Salisbury, Frank B. et al. 1995. Plant Physiology 2nd Edition. Mc Graw Hill Company. New York.
Salisbury, F. B. & Ross, C. W. 1992. Plant Physiology. Wadswovth Publishing co, California.
Tjitrosomo.1987. Botani Umum 2. Penerbit Angkasa, Bandung.
Wilkins, M. B. 1992. Fisiologi Tanaman. Bumi Angkasa, Jakarta.
Winduwati S., Yohan, Rifaid M. Nur. 2000. Karakteristik Osmosis Balik Membran Spiral Wound. Pusat Pengembangan Pengelolaan Limbah Radio Aktif.
Anonimous . 2001 . fisiologi tumbuhan . diakses tanggal 30 oktober 2011