Senin, 16 Januari 2012

Gulma Pada Tanaman


I.                    Judul Praktikum: “Gulma Pada Tanaman serta pengendaliannya”
II.                  Prinsip percobaan
Gulma adalah sebagai tumbuhan yang tumbuh pada areal yang tidak dikehendaki tumbuh pada areal pertanaman. Gulma secara langsung maupun tidak langsung merugikan tanaman budidaya. Pengenalan suatu jenis gulma dapat dilakukan dengan melihat keadaan morfologinya, habitatnya, dan bentuk pertumbuhanya. Berdasarkan keadaan morfologinya, dikenal gilma rerumputan (grasses), teki-tekian (sedges), dan berdaun lebar (board leaf). Golongan gulma rurumputan kebanyakan berasal dari famili gramineae (poaceae). Ukuran gulma golongan rerumputan bervariasi, ada yang tegak, menjalar, hidup semusim, atau tahunan. Batangnya disebut culms, terbagi menjadi ruas dengan buku-buku yang terdapat antara ruas. Batang tumbuh bergantian pada dua buku pada setiap antara ruas daun terdiri dari dua bagian yaitu pelepah daun dan helaian daun., contoh gulama rerumputan Panicium repens, Eleusine indica, Axonopus compressus dan masih banyak lagi. Golongan teki-tekian kebanykan berasal dari famili Cyperaceae. Golongan ini dari penampakanya hampir mirip dengan golongan rerumputan, bedanya terletak pada bentuk batangnya. Batang dari golongan teki-tekian berbentuk segitiga. Selain itu golongan teki-tekian tidak memiliki umbi atau akar ramping di dalam tanah. Contoh golongan teki-tekian: Cyprus rotundus, Cyprus compresus. Golongan gulma berdaun lebar antara lain: Mikania spp, Ageratum conyzoides, Euparotum odorotum. Berdaarkan habita tunbuhanya, dikenal gulma darat, dan gulma air. Gulma darat merupakan gulma yang hidu didarat, dapat merupakan gulma yang hidup setahun, dua tahun, atau tahunan (tidak terbatas). Penyebaranya dapat melalui biji atau dengan cara vegetatif. Contoh gulma darat diantaranya Agerathum conyzoides, Digitaria spp, Imperata cylindrical, Amaranthus spinosus. Gulma air merupakan gulama yang hidupnya berada di air. Jenis gulma air dibedakan menjadi tiga, yaitu gulma air yang hidupnya terapung dipermukaan air (Eichhorina crassipes, Silvinia) spp, gulma air yang tenggelam di dalam air (Ceratophylium demersum), dan gulma air yang timbul ke permukaan tumbuh dari dasar (Nymphae sp, Sagitaria spp).

III.                Metode Percobaan
Alat alat :
·         Alat Tulis
·         Buku Gambar
Bahan
·         Macam-macam gulma pada tanaman
IV.               Pengamatan
·         Hasil pengamatan Terlampir
V.                 Pembahasan
Klasifikasi  Ageratum conyzoides (wedusan)
Taksonominya yaitu:
Divisio : Spermatophyta
Klas : Dicotyledoneae
Ordo : Asterales
Familia : Asteraceae
Genus : Ageratum
Spesies : Ageratum conyzoides
Wedusan merupakan gulma yang: Dapat mengeluarkan alelopat.Batangnya tegak, bulat bercabang, berbulu pada buku-bukunya dan bagian rendah.Daunnya bertangkai cukup panjang, berbentuk bulat telur, tepi bergerigi, dan berbulu. Duduk daun bawahnya berhadapan, sedang bagian teratas bertangkai pendek. Bunganya mengelompok berbentuk cawan, setiap bulir terdiri dari 60 – 75 bunga, berwarna biru muda, putih, atau violet. Tumbuh pada 1 – 1200 m dpl. Suhu optimal untuh tumbuhnya 160 – 240C. Mahkotanya bertabung sempit, berbentuk lonceng, berlekuk lima (1 – 15 mm), buah berwarna putih (2 – 3.5 mm), keras bersegi lima, runcing, rambut sisik ada lima.Membutuhkan intensitas cahaya tinggi sehingga dapat tumbuh berasosiasi dengan padi gogo, palawija, kopi, tembakau, kelapa sawit, dan cengkeh.
Portulaca oleracea (krokot)
Klasifikasi krokot yaitu:
Divisio : Spermatophyta
Klas : Monocotyledoneae
Ordo : Portulacales
Familia : Portulaceae
Genus : Portulaca
Spesies : Portulaca oleracea
Krokot merupakan gulma yang: Sukulen. Batangnya penuh berdaging lunak dan tumbuh tegak atau merata tergantung cahaya. Batang terbentang dan  10 – 50 cm, di mana ruas±berwarna kemerahan, berbentuk bulat, panjang  tua tak berambut. Tergolong tumbuhan semusim, yang berasosiasi dengan 45 jenis pertanaman. Berkembangbiak dengan biji dan dapat pula dari bagian batang bila tumbuh pada tanah yang lembab. Daunnya sebagian tersebar, berhadapan, bertangkai pendek, ujung daun melekuk ek dalam, bulat, atau tumpul (0.2 – 4 cm). Biji (0.5 mm) berbentuk oval warna hitam mengkilat, permukaannya tertutup kulit yang agak mengekerut. Bunganya terbentuk sepanjang musim di daerah tropis (daur hidupnya 3 – 5 bulan) di bawah kondisi ternaung akan tumbuh membentang dan tegak, serta membentuk bunga. Membutuhkan suhu optimal antara 150 – 350C di mana bunga dan biji dihasilkan dengan baik sekali.Di bawah intensitas cahaya yang tinggi dapat layu.
Eleusine indica (lulangan)
Taksonomi lulangan adalah sebagai berikut:
Divisio : Spermatophyta
Klas : Monocotyledoneae
Ordo : Glumiflorae
Familia : Gramineae
Genus : Eleusine
Spesies : Eleusine indica
Gulma ini: Semusim. Berumur pendek .Berkembangbiak dengan biji. Dapat tumbuh pada 200 m dpl. Dominan pada tanaman kacang-kacangan. Mempunyai batang yang selalu berbentuk cekungan, menempel pipih. Pelepah menempel kuat, lidah daun pendek seperti selaput dan tumbuh dalam rumpun, dan batang seringkali bercabang. Daun terdiri dari dua baris, tetapi kasar pada tiap ujung. Pada pangkal helai daun berambut. Bunga, bulir menjari 3 – 5, berkumpul pada sisi poros yang bersayap dan bertunas. Anak bulir berseling-seling, tersusun seperti genting. Akan cepat tumbuh bila mendapat air dan cahaya yang cukup banyak. Sangat peka pada keadaan lingkungannya
Pengendalian gulma merupakan subjek yang sangat dinamis dan perlu strategi yang khas untuk setiap kasus. Beberapa hal perlu dipertimbangkan sebelum pengendalian gulma dilakukan:
  • jenis gulma dominan
  • tumbuhan budidaya utama
  • alternatif pengendalian yang tersedia
  • dampak ekonomi dan ekologi
Kalangan pertanian sepakat dalam mengadopsi strategi pengendalian gulma terpadu untuk mengendalikan pertumbuhan gulma. Agensi pengendali gulma dinamakan herbisida (herbicide).
VI.               Kesimpulan
·         Wedusan merupakan gulma yang: Dapat mengeluarkan alelopat.Batangnya tegak, bulat bercabang, berbulu pada buku-bukunya dan bagian rendah.Daunnya bertangkai cukup panjang, berbentuk bulat telur, tepi bergerigi, dan berbulu.
·         Krokot merupakan gulma yang: Sukulen. Batangnya penuh berdaging lunak dan tumbuh tegak atau merata tergantung cahaya. Batang terbentang dan  10 – 50 cm, di mana ruas±berwarna kemerahan, berbentuk bulat, panjang  tua tak berambut
·         Eleusine indica (lulangan)
Gulma ini: Semusim. Berumur pendek .Berkembangbiak dengan biji. Dapat tumbuh pada 200 m dpl. Dominan pada tanaman kacang-kacangan. Mempunyai batang yang selalu berbentuk cekungan, menempel pipih. Pelepah menempel kuat, lidah daun pendek seperti selaput dan tumbuh dalam rumpun, dan batang seringkali bercabang
Beberapa hal perlu dipertimbangkan sebelum pengendalian gulma dilakukan:
·         jenis gulma dominan
·         tumbuhan budidaya utama
·         alternatif pengendalian yang tersedia
·         dampak ekonomi dan ekologi

VII.             Daftar pustaka
·         Pengantar Ilmu dan Pengendalian Gulma book, written by Dr. Ir. Jody Moenandir, Dipl. Agr. Sc. (1988)
·         Rajawali Press, Jakarta.

POTENSIAL AIR PADA JARINGAN TUMBUHAN


LAPORAN PRAKTIKUM
FISIOLOGI TUMBUHAN
POTENSIAL AIR PADA JARINGAN TUMBUHAN







Disusun oleh:
Insan Ridha Ulil Albab
1210706014
Kelompok III






PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2011

I.JUDUL PRAKTIKUM

POTENSIAL AIR PADA JARINGAN TUMBUHAN

II.LANDASAN TEORI

Air merupakan bahan yang sangat penting bagi kehidupan, demikian pentingnya sehingga tidak mungkin ada kehidupan tanpa air.. Air merupakan 85 – 95 % berat tumbuhan herba yang hidup di air. Dalam sel, air diperlukan sebagai pelarut unsur hara sehingga dapat digunakan untuk mengangkutnya; selain itu air diperlukan juga sebagai substrat atau reaktan untuk berbagai reaksi biokimia misalnya proses fotosintesis; dan air dapat menyebabkan terbentuknya enzim dalam tiga dimensi sehingga dapat digunakan untuk aktivitas katalisnya. Tanaman yang kekurangan air akan menjadi layu, dan apabila tidak diberikan air secepatnya akan terjadi layu permanen yang dapat menyebabkan kematian.
Adanya potensial osmosis cairan sel air murni cenderung untuk memasuki sel, sedangkan potensial turgor yang berada di dalam sel mengakibatkan air untuk cenderung meninggalkan sel. Saat pengaturan potensial osmosis maka potensial turgor harus sama dengan 0. Agar potensial turgor sama dengan 0 maka haruslah terjadi plasmolisis. Plasmolisis adalah suatu proses lepasnya protoplasma dari dinding sel yang diakibatkan keluarnya sebagian air dari vakuola (Salisbury and Ross, 1992). Menurut Winduwati (2000), karakteristik permeasi air pada membran osmosis balik telah dipelajari dengan menggunakan membran komposit modul modul sopitral wound dan larutan klorida dalam air dalam larutan umpan.
Penentuan nilai osmotic cairan sel dapat pula dilakukan dengan metode “Chardakov”. Penentuan nilai osmotik ini sudah sejak lama dikenal oleh V.S Chardakov yang berasal dari Rusia. Cara ini relative lebih mudah, akurat, dan mudah diterapkan dilapangan. Perhitungan nilai potensial osmotic cairan sel dengan metode Chardakov ini didasarkan pada perubahan konsentrasi larutan akibat adanya penyerapan larutan oleh jaringan yang direndam atau adanya pengeluaran cairan dari jaringan yang direndam di dalam larutan. Dalam metode Chardakov, gerakan partikel-partikel zat terlarut ked an dari dalam jaringan/larutan diabaikan.


III. TUJUAN PRAKTIKUM
1.      Mengukur potensial air jaringan dengan cara Chardakov.
IV. ALAT dan BAHAN
Alat:
-          Tabung reaksi
-          Pengebor gabus berdiameter 1 cm
-          Pengaduk
-          Silet
-          Pipet tetes
-          Pinset
Bahan :
-          Platycerium bifurcatum C.Chr (daun tanduk rusa )
-          Larutan sukrosa 0,1 M; 0,2 M; 0,3 M; 0,4 M; 0,5 M; dan 0,6 M

IV. CARA KERJA
Tabung vial diisi dengan larutan sukrosa sebanyak 10 ml kemudian potongan daun dari tanduk rusa (Platycerium bifurcatum C.Chr.) yang akan diukur potensial airnya dibuat dengan pengebor gabus dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi 20 potongan jaringan kemudian ditutup dan biarkan selama 60 menit. Setiap 20 menit tabung reaksi digoyang perlahan – lahan untuk mempercepat terjadinya kesetimbangan. Setelah 60 menit potongan daun dikeluarkan dengan mengunakan pinset lalu larutan sisa diberi metilen blue dengan mengunakan pipet tetes dan pergerakan larutan tersebut diamati. Apabila larutan pengetes jatuh kedasar larutan berarti larutan sisa telah menjadi encer, apabila larutan pengetes dipantulkan lagi keatas berarti larutan sisa telah menjadi pekat jika larutan pengetes melayang berarti larutan tersebut tidak mengalami perubahan.

V. HASIL DAN PENGAMATAN
-           tabel hasil larutan sukrosa yang diuji dengan metode Chardakov.

Tabung No
        Kel
 Kons
1
2
3
4
5
1
0,1 M
+
+
+
+
+
2
0,2 M
++
++
++
++
+++
3
0,3 M
++
++
++
++
++
4
0,4 M
++
+++
++
++
++
5
0,5 M
++
++
++
++
++
6
0,6 M
+++
+++
++
++
++
Ket: + = mengambang; ++: melayang; +++ = tenggelam.
-          Tentukan potensial air jaringan dari daun yang diuji berdasarkan data berikut:
Larutan
Potensial Air (atm)
0,1 M
-2,6
0,2 M
-5,3
0,3 M
-8,1
0,4 M
-11,1
0,5 M
-14,3
0,6 M
-17,8

VI. PEMBAHASAN
Pada metode volume-jaringan, sampael jaringan yang diinginkan dimasukkan ke dalam seri larutan sukrosa dengan beragam konsentrasi yaitu 0,1 – 0,6 M. Larutan terbaik untuk pengukuran ini adalah larutan yang tidak mengubah volume jaringan, artinya tidak ada air yang masuk atau yang keluar. Ini menandakan bahwa jaringan dan larutan berada dalam keadaan kesetimbangan. Keadaan ini merupakan keadaan ideal dimana persamaan Ψw = Ψs. Artinya, potensial air yang kita cari sama dengan nilai potensial osmotik atau solutnya.
VS. Chardacov membuat metode pengamatan tersebut lebih praktis dan mudah untuk dipahami (Salisbury,1995). Prinsip kerjanya adalah tabung uji yang berisi larutan dengan konsentrasi bertingkat diberi sedikit warna dengan cara melarutkan sedikit kristal zat warna, pada praktikum ini kita menggunakan metilen blue. Sampel jaringan juga dimasukkan ke dalam tabung uji yang berisi larutan dengan konsentrasi setara, tapi tanpa zat warna. Diperlukan waktu untuk pertukaran air, tapi jaringan tidak perlu mencapai kesetimbangan dengan larutan. Waktu yang dibutuhkan itu adalah 60 menit. Setelah itu, jaringan diangkat, dan setetes kecil larutan metilen dijatuhkan ke tabung uji. Jika tetesan itu mengambang naik, maka larutan perendam jaringan tadi telah menjadi lebih pekat. Jika tetesan tenggelam, larutan telah menjadi kurang pekat; berarti larutan telah menjadi kurang pekat. Jika larutan melayang, maka tidak terjadi perubahan konsentrasi.
Pada data yang didapat, konsentrasi larutan 0,1 M menghasilkan metilen blue yang melayang di dalam larutan. Hal ini berarti konsentrasi sukrosa dalam larutan sama dengan konsentrasi sukrosa dalam jaringan yaitu 0,1 M. Dapat disimpulkan, keadaan ini merupakan keadaan setimbang dimana potensial air yang dimiliki oleh jaringan sama dengan potensial osmotiknya (Ψw = Ψs) atau bisa dikatakan pada rumus Ψw = Ψs + Ψp, potensial tekanan turgor yang dihasilkan sama dengan nol dikarenakan tidak adanya aliran masa air ke dalam sel yang mengakibatkan membran sel terdorong ke luar. Jadi, untuk mencari potensial air dari jaringan, cukup dengan menggunakan persamaan umum untuk gas sempurna (fluida) yang dikemukakan oleh JH vant Hoff (1887) (cit Salisbury, 1995) bahwa nilai potensial air adalah
Ψw = Ψs = -M.i.R.T

Jika kita ketahui bahwa pada tabung uji tersebut memiliki konsentrasi larutan/konsentrasi sukrosa jaringan = 0,1 M, konstanta ionisasi sukrosa adalah 1, konstanta gas di dalamnya 0,0831 kg bar / mol.K, dan suhu yang dipertahankan dengan aluminium foil adalah 20 oC atau setara dengan 290 K, maka potensial air tersebut

Ψw = -M.i.R.T
= - 0,1 M x 1 x 0,0831 x 290
= - 2,4099 kg.bar
Jadi, potensial air yang dimiliki oleh jaringan wortel (Discuss carota L.) tersebut adalah – 2,4099 kg.bar. Keadaan potensial osmosis yang seperti ini merupakan keadaan ideal untuk tumbuhan. Pendapat ini diperkuat oleh Salisbury (1995) bahwa potensial air yang ideal untuk tumbuhan adalah – 2 sampai – 3 Kj atau Kg.bar.

VII. KESIMPULAN
Pada percobaan potensial air jaringan dengan metode chardakov, semakin tinggi konsentrasi larutan akan semakin tinggi kemungkinan larutan jaringan untuk jatuh.

VIII.DAFTAR PUSTAKA

Kimball, J. W. 1983. Biologi. Erlangga, Jakarta.
Meyer, B.S and Anderson, D.B. 1952. Plant Physiology. D Van Nostrand Company Inc., New York.
Salisbury, Frank B. et al. 1995. Plant Physiology 2nd Edition. Mc Graw Hill Company. New York.
Salisbury, F. B. & Ross, C. W. 1992. Plant Physiology. Wadswovth Publishing co, California.
Tjitrosomo.1987. Botani Umum 2. Penerbit Angkasa, Bandung.
Wilkins, M. B. 1992. Fisiologi Tanaman. Bumi Angkasa, Jakarta.
Winduwati S., Yohan, Rifaid M. Nur. 2000. Karakteristik Osmosis Balik Membran Spiral Wound. Pusat Pengembangan Pengelolaan Limbah Radio Aktif.
Anonimous . 2001 . fisiologi tumbuhan . diakses tanggal 30 oktober 2011

BIO ASSAY



LAPORAN PRAKTIKUM
DASAR – DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN
BIO ASSAY







Disusun oleh:
Insan Ridha Ulil Albab
1210706014






PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2011

I.                    JUDUL  : “ Uji Biologis ( BIO ASSAY)”
II.                  LANDASAN TEORI
Uji Bioassay adalah suatu cara untuk mengukur efektivitas suatu insektisida terhadap vektor penyakit. Dalam era industrialisasi dan globalisasi dewasa ini di beberapa negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia, isu kualitas lingkungan menjadi permasalahan nasional yang perlu dicari jalan pemecahannya. Kualitas lingkungan yang menurun di suatu negara akan sangat berpengaruh terhadap produk-produk yang dihasilkan negara yang bersangkutan. Penurunan kualitas lingkungan akan berpengaruh terhadap produk pertanian, peternakan dan perikanan, sehingga daya saing untuk keperluan ekspor di pasaran internasional menjadi menurun

Penggunaan pestisda disamping memberikan keuntungan juga memberikan efek samping yang membahayakan atau merusak bagi tanaman, jasad, hewan ternak, ikan, manusia dan lingkungan jika cara penggunaanya kurang bijaksana. Dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia antara lain adalah:
1.      Hama menjadi kebal (resisten)
2.      Peledakan hama baru (resurjensi)
3.      Penumpukan residu bahan kimia di dalam hasil panen
4.      Terbunuhnya musuh alami
5.      Pencemaran lingkungan oleh residu bahan kimia
6.      Kecelakaan bagi pengguna
III.                TUJUAN
ü  Untuk mengakaji efektivitas terhadap sasaran
ü  Untuk mengetahui pengaruh pestisida terhadap lingkungan
IV.               ALAT DAN BAHAN

·         Breaker gelas 1000 mm
·         Garden sprayer
·         Batang pengaduk
·         Corong gelas
·         Stoples 1000 ml
·         Cawan petri
·         Beberapa jenis insektisida
·         Ikan koi
·         Air bersih

V.                 CARA KERJA
1.      Buat laruan insektisida 1ml,2ml,dan 3ml
2.      Masukan larutan kedalam stoples 1000 ml
3.      Masukan ikan impun tersebut kedalam stoples dan berikan selang udara agar ikan dapat memperoleh oksigen
4.      Amati tingkat kematian ikankoi tersebut setiap menitnya

VI.               HASIL DAN PENGAMATAN
1.      Tabel Pengamatan Herbisida

Kematian jasad sasaran
Konsaentrasi / ppm
TL
1 ml
2 ml
3 ml
-
3 ekor, 5 menit
3 ekor , 5 menit 12 detik
3 ekor 1 menit 6 detik

2.      Tabel Pengamatan insektisida

Kematian jasad sasaran
Konsaentrasi / ppm
TL
1 ml
2 ml
3 ml
-
3 ekor, 4 menit
3 ekor , 6 menit 20 detik
3 ekor 6 menit

VII.             PEMBAHASAN
Dari percobaan yang telah kami lakukan, tabel tersebut  menunjukkan bahwa semua ikan uji yang terkena larutan insektisida dan herbisida dengan konsentrasi/ppm 0,6% bergerak kencang tidak beraturan, lalu menggelepar, lemas, dan akhirnya mati dalam waktu yang berbeda sesuai dengan volum larutan yang diberikan. Semakin besar volum larutan yang diberikan, maka semakin cepat mati ikan yang berada di dalam air yang dicampurkan dengan larutan insektisida dan herbisida tersebut
Daya meracun berbagai pestisida khususnya herbisida terhadap kehidupan ikan telah banyak diteliti.  Misalnya kemampuan meracuni kehidupan ikan, jenis insektisida nampak lebih kuat dibanding herbisida.  Akan tetapi, karena pemakaian herbisida sebagai pengendali gulma intensitas pemakaiannya lebih tinggi, maka dampak kerusakannya lebih nampak. Nilai toksisitas akut herbisida terhadap ikan umumnya jauh lebih tinggi dari pada konsentrasi yang dibutuhkan untuk mengendalikan gulma.
Pestisida peningkatan peracunan lingkungan yang terjadi karena efek biomagnifikasi (peningkatan biologis) yaitu peningkatan daya racun suatu zat terjadi dalam tubuh jasad hidup, karena reaksi hayati tertentu. Semua senyawa OF (organofosfat,o rganophospates) dan KB (karbamat,carbamate s) bersifat perintang ChE (ensimcho line esterase), ensim yang berperan dalam penerusan rangsangan syaraf. Peracunan dapat terjadi karena gangguan dalam fungsi susunan syaraf yang akan menyebabkan kematian atau dapat pulih kembali. Umur residu dari OF dan KB ini tidak berlangsung lama sehingga peracunan kronis terhadap lingkungan cenderung tidak terjadi karena faktor-faktor lingkungan mudah menguraikan senyawa-senyawa OF dan KB menjadi komponen yang tidak beracun. Walaupun demikian senyawa ini merupakan racun akut sehingga dalam penggunaannya faktor-faktor keamanan sangat perlu diperhatikan. Karena bahaya yang ditimbulkannya dalam lingkungan hidup tidak berlangsung lama, sebagian besar insektisida dan sebagian fungisida yang digunakan saat ini adalah dari golongan OF dan KB. 


VIII.           KESIMPULAN
Daya meracun berbagai pestisida khususnya herbisida terhadap kehidupan ikan telah banyak diteliti.  Misalnya kemampuan meracuni kehidupan ikan, jenis insektisida nampak lebih kuat dibanding herbisida.  Akan tetapi karena pemakaian herbisida sebagai pengendali gulma intensitas pemakaiannya lebih tinggi, maka dampak kerusakannya lebih nampak. Nilai toksisitas akut herbisida terhadap ikan umumnya jauh lebih tinggi dari pada konsentrasi yang dibutuhkan untuk mengendalikan gulma.  Sebagai contoh, herbisida paraquat pada kadar aplikasi 1,14 ppm dapat mematikan ikan lele, dan ikan salmon 3 hari setelah aplikasi (Duursma and Marchand, 1974).

IX.                DAFTAR PUSTAKA

·         Diakses pada tanggal 5 desember 2011