PTERIDOPHYTA
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Biologi Pertanian II
Disusun oleh :
Insan Ridha Ulil Albab
Erna nurfatimah
Faris Alrasyid
Abdul Fatah
Atep M Kholid
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2011
PTERIDOPHYTA
A. TUMBUHAN PAKU
Tumbuhan paku kerabatnya (pteridophytes) Sebuah divisi dari kerajaan tanaman, terdiri dari cryptogams vaskular. Mereka adalah tanaman flowerless menunjukkan pergantian dari 2 generasi yang berbeda dan berbeda. Yang pertama adalah, non-seksual spora-bantalan, generasi sporophyte. Biasanya muncul sebagai tanaman yang relatif besar, dengan batang yang mengandung jaringan pembuluh yang melakukan larut air dan zat terlarut melalui pabrik, dan biasanya beruang daun dan akar. Spora diproduksi dalam sporangia baik yang melekat pada daun (seperti pada paku) atau berada di skala khusus dikelompokkan menjadi kerucut (seperti di ekor kuda dan-klub lumut), atau dalam axils daun pada batang terspesialisasi (seperti dalam Psilotaceae dan beberapa clubmosses). Yang kedua adalah generasi, seksual gametofit, di mana tanaman umumnya relatif kecil, dan tanpa diferensiasi batang, daun, atau akar. Tanaman ini beruang laki-laki (antheridia) dan perempuan organ seks (archegonia), bersama-sama atau pada tanaman terpisah. Ketika telur di archegonia ini dibuahi oleh sperma dari antheridia, sebuah hasil embrio: ini bisa tumbuh menjadi generasi sporophyte baru. Sel-sel generasi, gametofit seksual masing-masing berisi kromosom tunggal yang ditetapkan dalam inti mereka (kondisi haploid). Mereka generasi sporophyte masing-masing berisi satu set ganda kromosom (kondisi diploid), berkurang menjadi satu set dalam spora. The tumbuhan paku, dalam arti yang luas seperti yang biasanya dipahami, termasuk kelas Lycopsida (keluarga Lycopodiaceae, Selaginellaceae, dan Isoetaceae), Sphenopsida (atau Arthropsida; keluarga Equisetaceae), Psilopsida (keluarga Psilotaceae), dan Filicopsida (berbagai keluarga pakis ). Mereka terlebih dahulu masukkan catatan fosil di Siluria.
Tumbuhan paku (atau paku-pakuan, Pteridophyta atau Filicophyta), adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. Alih-alih biji, kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya, sama seperti lumut dan fungi.
Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Total spesies yang diketahui hampir 10.000 (diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia), sebagian besar tumbuh di daerah tropika basah yang lembab. Tumbuhan ini cenderung tidak tahan dengan kondisi air yang terbatas, mungkin mengikuti perilaku moyangnya di zaman Karbon, yang juga dikenal sebagai masa keemasan tumbuhan paku karena merajai hutan-hutan di bumi. Serasah hutan tumbuhan pada zaman ini yang memfosil sekarang ditambang orang sebagai batu bara.
B. MORFOLOGI TUMBUHAN PAKU
Bentuk tumbuhan paku bermacam-macam, ada yang berupa pohon (paku pohon, biasanya tidak bercabang), epifit, mengapung di air, hidrofit, tetapi biasanya berupa terna dengan rizoma yang menjalar di tanah atau humus dan ental (bahasa Inggris frond) yang menyangga daun dengan ukuran yang bervariasi (sampai 6 m). Ental yang masih muda selalu menggulung (seperti gagang biola) dan menjadi satu ciri khas tumbuhan paku. Daun pakis hampir selalu daun majemuk. Sering dijumpai tumbuhan paku mendominasi vegetasi suatu tempat sehingga membentuk belukar yang luas dan menekan tumbuhan yang lain.
Daur hidup tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan, yang terdiri dari dua fase utama:gametofit dan sporofit. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium), yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau, mirip lumut hati, tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya), tidak berbatang, tidak berdaun. Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab. Dari prothallium berkembang anteridium (antheridium, organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium, organ penghasil ovum atau sel telur). Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah menuju archegonium. Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot, yang pada gilirannya tumbuh menjadi tumbuhan paku baru.
Ciri-ciri tumbuhan paku diantaranya adalah:
1. Akar, batang dan daun memiliki berkas pembuluh angkut berupa xilem dan floem.
2. Dapat ditemukan di air, di tempat lembab, menempel pada tumbuhan lain sebagai epifit atau di sisa-sisa tumbuhan lain/sampah-sampah sebagai saprofit.
3. Tidak menghasilkan biji, tetapi menghasilkan spora. Spora terdapat di dalam kotak spora atau sporangium. Kotak-kotak spora tersebut terkumpul dalam sorus. Sorus-sorus ini berkumpul di permukaan bawah dari helaian daun.
4. Mengalami pergiliran keturunan (metagenesis).
5. Daun yang masih muda menggulung. Daun tumbuhan paku ada yang khusus menghasilkan spora, disebut sporofil. Daun yang tidak menghasilkan spora disebut tropofil, berfungsi untuk fotosintesis.
6. Tidak berbunga.
7. Umumnya memiliki rizom (batang yang terdapat di dalam tanah).
1. Akar, batang dan daun memiliki berkas pembuluh angkut berupa xilem dan floem.
2. Dapat ditemukan di air, di tempat lembab, menempel pada tumbuhan lain sebagai epifit atau di sisa-sisa tumbuhan lain/sampah-sampah sebagai saprofit.
3. Tidak menghasilkan biji, tetapi menghasilkan spora. Spora terdapat di dalam kotak spora atau sporangium. Kotak-kotak spora tersebut terkumpul dalam sorus. Sorus-sorus ini berkumpul di permukaan bawah dari helaian daun.
4. Mengalami pergiliran keturunan (metagenesis).
5. Daun yang masih muda menggulung. Daun tumbuhan paku ada yang khusus menghasilkan spora, disebut sporofil. Daun yang tidak menghasilkan spora disebut tropofil, berfungsi untuk fotosintesis.
6. Tidak berbunga.
7. Umumnya memiliki rizom (batang yang terdapat di dalam tanah).
C. KLASIFIKASI TUMBUHAN PAKU
Tumbuhan paku dibagi menjadi 4 kelas, yaitu:
1. Paku Purba (Psilophytinae)
Paku purba merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang hampir punah.Daunnya kecil, terkadang tidak berdaun. Species yang masih ada adalah Psilotum.
2. Paku Kawat (Lycopodiinae)
Paku kawat memiliki ciri-ciri: berdaun kecil dengan susunan spiral; batang seperti kawat; sporangium muncul di ketiak daun dan berkumpul membentuk strobilus (kerucut), umumnya hidup di darat.
3. Paku Ekor Kuda (Equisetinae)
Ciri-ciri tumbuhan ini adalah berdaun tunggal dengan ukuran kecil dan tersusun spiral, batang berwarna hijau dan beruas-ruas. Sporangium terletak di dalam strobilus (kerucut).
4. Paku Sejati (Filicinae)
Tumbuhan ini sering kita sebut dengan pakis. Ciri-cirinya adalah daun berukuran besar, daun muda menggulung dan sporangium terdapat pada sporofil (daun penghasil spora).
1. Paku Purba (Psilophytinae)
Paku purba merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang hampir punah.Daunnya kecil, terkadang tidak berdaun. Species yang masih ada adalah Psilotum.
2. Paku Kawat (Lycopodiinae)
Paku kawat memiliki ciri-ciri: berdaun kecil dengan susunan spiral; batang seperti kawat; sporangium muncul di ketiak daun dan berkumpul membentuk strobilus (kerucut), umumnya hidup di darat.
3. Paku Ekor Kuda (Equisetinae)
Ciri-ciri tumbuhan ini adalah berdaun tunggal dengan ukuran kecil dan tersusun spiral, batang berwarna hijau dan beruas-ruas. Sporangium terletak di dalam strobilus (kerucut).
4. Paku Sejati (Filicinae)
Tumbuhan ini sering kita sebut dengan pakis. Ciri-cirinya adalah daun berukuran besar, daun muda menggulung dan sporangium terdapat pada sporofil (daun penghasil spora).
DAFTAR ISI
- Kingdom Plantae : Tumbuhan Paku ( Pteridophyta ) http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2133614-kingdom-plantae-tumbuhan-paku-pteridophyta/#ixzz1IYZemoAx
-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar