I.
Judul Praktikum: “Gulma Pada Tanaman serta
pengendaliannya”
II.
Prinsip percobaan
Gulma
adalah sebagai tumbuhan yang tumbuh pada areal yang tidak dikehendaki tumbuh
pada areal pertanaman. Gulma secara langsung maupun tidak langsung merugikan
tanaman budidaya. Pengenalan suatu jenis gulma dapat dilakukan dengan melihat
keadaan morfologinya, habitatnya, dan bentuk pertumbuhanya. Berdasarkan keadaan
morfologinya, dikenal gilma rerumputan (grasses), teki-tekian (sedges), dan
berdaun lebar (board leaf). Golongan gulma rurumputan kebanyakan berasal dari
famili gramineae (poaceae). Ukuran gulma golongan rerumputan bervariasi, ada
yang tegak, menjalar, hidup semusim, atau tahunan. Batangnya disebut culms,
terbagi menjadi ruas dengan buku-buku yang terdapat antara ruas. Batang tumbuh
bergantian pada dua buku pada setiap antara ruas daun terdiri dari dua bagian
yaitu pelepah daun dan helaian daun., contoh gulama rerumputan Panicium repens,
Eleusine indica, Axonopus compressus dan masih banyak lagi. Golongan
teki-tekian kebanykan berasal dari famili Cyperaceae. Golongan ini dari
penampakanya hampir mirip dengan golongan rerumputan, bedanya terletak pada
bentuk batangnya. Batang dari golongan teki-tekian berbentuk segitiga. Selain
itu golongan teki-tekian tidak memiliki umbi atau akar ramping di dalam tanah.
Contoh golongan teki-tekian: Cyprus rotundus, Cyprus compresus. Golongan gulma
berdaun lebar antara lain: Mikania spp, Ageratum conyzoides, Euparotum
odorotum. Berdaarkan habita tunbuhanya, dikenal gulma darat, dan gulma air.
Gulma darat merupakan gulma yang hidu didarat, dapat merupakan gulma yang hidup
setahun, dua tahun, atau tahunan (tidak terbatas). Penyebaranya dapat melalui
biji atau dengan cara vegetatif. Contoh gulma darat diantaranya Agerathum
conyzoides, Digitaria spp, Imperata cylindrical, Amaranthus spinosus. Gulma air
merupakan gulama yang hidupnya berada di air. Jenis gulma air dibedakan menjadi
tiga, yaitu gulma air yang hidupnya terapung dipermukaan air (Eichhorina
crassipes, Silvinia) spp, gulma air yang tenggelam di dalam air (Ceratophylium
demersum), dan gulma air yang timbul ke permukaan tumbuh dari dasar (Nymphae
sp, Sagitaria spp).
III.
Metode Percobaan
Alat
alat :
·
Alat
Tulis
·
Buku
Gambar
Bahan
·
Macam-macam
gulma pada tanaman
IV.
Pengamatan
·
Hasil
pengamatan Terlampir
V.
Pembahasan
Klasifikasi Ageratum conyzoides (wedusan)
Taksonominya yaitu:
Divisio : Spermatophyta
Klas : Dicotyledoneae
Ordo : Asterales
Familia : Asteraceae
Genus : Ageratum
Spesies : Ageratum conyzoides
Taksonominya yaitu:
Divisio : Spermatophyta
Klas : Dicotyledoneae
Ordo : Asterales
Familia : Asteraceae
Genus : Ageratum
Spesies : Ageratum conyzoides
Wedusan
merupakan gulma yang: Dapat mengeluarkan alelopat.Batangnya tegak, bulat bercabang,
berbulu pada buku-bukunya dan bagian rendah.Daunnya bertangkai cukup panjang,
berbentuk bulat telur, tepi bergerigi, dan berbulu. Duduk daun bawahnya berhadapan,
sedang bagian teratas bertangkai pendek. Bunganya mengelompok berbentuk cawan,
setiap bulir terdiri dari 60 – 75 bunga, berwarna biru muda, putih, atau
violet. Tumbuh pada 1 – 1200 m dpl. Suhu optimal untuh tumbuhnya 160 – 240C.
Mahkotanya bertabung sempit, berbentuk lonceng, berlekuk lima (1 – 15 mm), buah
berwarna putih (2 – 3.5 mm), keras bersegi lima, runcing, rambut sisik ada
lima.Membutuhkan intensitas cahaya tinggi sehingga dapat tumbuh berasosiasi
dengan padi gogo, palawija, kopi, tembakau, kelapa sawit, dan cengkeh.
Portulaca oleracea (krokot)
Klasifikasi krokot yaitu:
Divisio : Spermatophyta
Klas : Monocotyledoneae
Ordo : Portulacales
Familia : Portulaceae
Genus : Portulaca
Spesies : Portulaca oleracea
Klasifikasi krokot yaitu:
Divisio : Spermatophyta
Klas : Monocotyledoneae
Ordo : Portulacales
Familia : Portulaceae
Genus : Portulaca
Spesies : Portulaca oleracea
Krokot
merupakan gulma yang: Sukulen. Batangnya penuh berdaging lunak dan tumbuh tegak
atau merata tergantung cahaya. Batang terbentang dan 10 – 50 cm, di mana ruas±berwarna kemerahan, berbentuk bulat,
panjang tua tak berambut. Tergolong
tumbuhan semusim, yang berasosiasi dengan 45 jenis pertanaman. Berkembangbiak
dengan biji dan dapat pula dari bagian batang bila tumbuh pada tanah yang
lembab. Daunnya sebagian tersebar, berhadapan, bertangkai pendek, ujung daun
melekuk ek dalam, bulat, atau tumpul (0.2 – 4 cm). Biji (0.5 mm) berbentuk oval
warna hitam mengkilat, permukaannya tertutup kulit yang agak mengekerut.
Bunganya terbentuk sepanjang musim di daerah tropis (daur hidupnya 3 – 5 bulan)
di bawah kondisi ternaung akan tumbuh membentang dan tegak, serta membentuk
bunga. Membutuhkan suhu optimal antara 150 – 350C di mana bunga dan biji dihasilkan
dengan baik sekali.Di bawah intensitas cahaya yang tinggi dapat layu.
Eleusine indica (lulangan)
Taksonomi lulangan adalah sebagai berikut:
Divisio : Spermatophyta
Klas : Monocotyledoneae
Ordo : Glumiflorae
Familia : Gramineae
Genus : Eleusine
Spesies : Eleusine indica
Taksonomi lulangan adalah sebagai berikut:
Divisio : Spermatophyta
Klas : Monocotyledoneae
Ordo : Glumiflorae
Familia : Gramineae
Genus : Eleusine
Spesies : Eleusine indica
Gulma
ini: Semusim. Berumur pendek .Berkembangbiak dengan biji. Dapat tumbuh pada 200
m dpl. Dominan pada tanaman kacang-kacangan. Mempunyai batang yang selalu
berbentuk cekungan, menempel pipih. Pelepah menempel kuat, lidah daun pendek
seperti selaput dan tumbuh dalam rumpun, dan batang seringkali bercabang. Daun
terdiri dari dua baris, tetapi kasar pada tiap ujung. Pada pangkal helai daun
berambut. Bunga, bulir menjari 3 – 5, berkumpul pada sisi poros yang bersayap
dan bertunas. Anak bulir berseling-seling, tersusun seperti genting. Akan cepat
tumbuh bila mendapat air dan cahaya yang cukup banyak. Sangat peka pada keadaan
lingkungannya
Pengendalian gulma merupakan subjek
yang sangat dinamis dan perlu strategi yang khas untuk setiap kasus. Beberapa
hal perlu dipertimbangkan sebelum pengendalian gulma dilakukan:
- jenis gulma dominan
- tumbuhan budidaya utama
- alternatif pengendalian yang tersedia
- dampak ekonomi dan ekologi
Kalangan pertanian sepakat dalam
mengadopsi strategi pengendalian gulma terpadu untuk mengendalikan
pertumbuhan gulma. Agensi pengendali gulma dinamakan herbisida (herbicide).
VI.
Kesimpulan
·
Wedusan
merupakan gulma yang: Dapat mengeluarkan alelopat.Batangnya tegak, bulat bercabang,
berbulu pada buku-bukunya dan bagian rendah.Daunnya bertangkai cukup panjang,
berbentuk bulat telur, tepi bergerigi, dan berbulu.
·
Krokot
merupakan gulma yang: Sukulen. Batangnya penuh berdaging lunak dan tumbuh tegak
atau merata tergantung cahaya. Batang terbentang dan 10 – 50 cm, di mana ruas±berwarna kemerahan, berbentuk bulat,
panjang tua tak berambut
·
Eleusine indica (lulangan)
Gulma ini: Semusim. Berumur pendek .Berkembangbiak dengan biji. Dapat tumbuh pada 200 m dpl. Dominan pada tanaman kacang-kacangan. Mempunyai batang yang selalu berbentuk cekungan, menempel pipih. Pelepah menempel kuat, lidah daun pendek seperti selaput dan tumbuh dalam rumpun, dan batang seringkali bercabang
Gulma ini: Semusim. Berumur pendek .Berkembangbiak dengan biji. Dapat tumbuh pada 200 m dpl. Dominan pada tanaman kacang-kacangan. Mempunyai batang yang selalu berbentuk cekungan, menempel pipih. Pelepah menempel kuat, lidah daun pendek seperti selaput dan tumbuh dalam rumpun, dan batang seringkali bercabang
Beberapa hal perlu dipertimbangkan
sebelum pengendalian gulma dilakukan:
·
jenis
gulma dominan
·
tumbuhan
budidaya utama
·
alternatif
pengendalian yang tersedia
·
dampak
ekonomi dan ekologi
VII.
Daftar pustaka
·
Pengantar
Ilmu dan Pengendalian Gulma book, written by Dr. Ir. Jody Moenandir, Dipl. Agr.
Sc. (1988)
·
Rajawali
Press, Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar