I.
LANDASAN TEORI
Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik (DNA maupun RNA), baik pada
taraf urutan gen (disebut mutasi titik) maupun pada taraf kromosom. Mutasi pada tingkat kromosomal biasanya
disebut aberasi. Mutasi pada gen
dapat mengarah pada munculnya alel baru dan menjadi dasar munculnya
variasi-variasi baru pada spesies. Mutasi terjadi pada frekuensi rendah di
alam, biasanya lebih rendah daripada 1:10.000 individu. Mutasi di alam dapat
terjadi akibat zat pembangkit mutasi (mutagen,
termasuk karsinogen), radiasi surya maupun radioaktif, serta loncatan energi listrik seperti petir. Individu
yang memperlihatkan perubahan sifat (fenotipe) akibat mutasi disebut mutan. Dalam kajian genetik, mutan biasa dibandingkan dengan individu
yang tidak mengalami perubahan sifat (individu tipe liar atau "wild type"). Mutasi kromosom, sering
juga disebut dengan mutasi besar/gross mutation atau aberasi kromosom adalah
perubahan jumlah kromosom dan susunan atau urutan gen dalam kromosom. Mutasi
kromosom sering terjadi karena kesalahan meiosis dan sedikit dalam mitosis. Drosophila melanogaster adalah
jenis serangga bersayap yang masuk ke dalam ordo Diptera, (bangsa lalat). Spesies
ini umumnya dikenal sebagai lalat
buah dalam pustaka-pustaka biologi
eksperimental (walaupun banyak jenis lalat-lalat buah lainnya) dan merupakan organisme model yang paling banyak digunakan dalam
penelitian genetika, fisiologi, dan evolusi sejarah kehidupan. D. melanogaster populer karena sangat mudah berbiak (hanya
memerlukan waktu dua minggu untuk menyelesaikan seluruh daur kehidupannya),
mudah pemeliharaannya, serta memiliki banyak variasi fenotipe yang relatif mudah diamati. Alasan
menggunakan Drosophila melanogaster dalam percobaan adalah Drosophila
melanogaster merupakan insekta yang memiliki jumlah kromosom yang sedikit,
yaitu 2n = 8. Drosophila melanogaster memiliki siklus hidup yang pendek yaitu
sekitar 10-12 hari, dengan menghasilkan telur yang banyak tiap kali Drosophila
melanogaster betina bertelur, sehingga mudah dirawat dan mempunyai banyak
karakter mutan. Drosophila melanogaster memiliki tiga pasang kromosom penting,
yang mempunyai sistem kromosom XX / XY untuk penetapan kromosom seks, mempunyai
kromosom raksasa pada kelenjar ludah dari larvanya, dan pada Drosophila
melanogaster jantan tidak ditemukan crossing over atau pindah silang saat
meiosis terjadi .
II.
TUJUAN PRAKTIKUM DAM MANFAAT
PRAKTIKUM
TUJUAN :
·
Mengenal dan mengetahui fenotipe
drosophila nelanogaster normal dan mutannya
MANFAAT :
·
Mengetahui
cirri-ciri Drosophila melanogaster jantan dan betina
·
Dapat
membedakan Drosophila melanogaster normal dan mutan
III.
BAHAN DAN PERALATAN
Bahan :
·
Biakan
tipe Drosophila melanogaster tipe normal (++)
·
Biakan
tipe Drosophila melanogaster tipe mutan
a. Taxi (tx)
b. Curly (cu)
c. Black (b)
d. White (w)
e. Scarlet (sa)
Peralatan praktikum :
-
Botol
etherisasi
-
Cawan
petri
-
Kaca
pembesar
IV.
LANGKAH KERJA DAN METODE PENGAMATAN
Langkah kerja :
1. Pindahkan Drosophila melanogaster
dari botol biakan ke dalam botol etherisasi. Hentakan botol biakan hingga lalat
dewasa tidak menempel pada tutup botol bagian dalam. Pertemukan mulut botol
etherisasi dengan botol biakan, yakinkan tidak ada celah untuk Drosophila melanogaster
lolos keluar.
2. Setelah beberapa atau seluruh
Drosophila melanogaster berpindah dari botol biakan ke botolo etherisasi, tutup
masing-masing botol dengan tutupnya semula.
3. Bius lalat Drosophila melanogaster
dengan cara menetesi bantalan verban dengan ether.
4. Setelah lalat pingsan, pinadhkan
lalat ke dalam cawan petri, kemudian amayi dengan bantuan kaca pembesar.
5. Apabila pengamatan belum selesai lalat
siuman teteskan ether melalui kapas ke dalam cawan petri kemudain tutup cawan
petri sehingga lalat kembali pingsan.
Pengamatan :
Tipe normal
|
Objek
Pengamatan
|
Hasil
|
|
Abdomen
|
Bulat
|
|
Sisir
kelamin
|
|
|
Warna
tubuh
|
Coklat
|
|
Bentuk
sayap
|
Elipse
|
|
Posisi
sayap
|
Memanjang
ke atas
|
|
Panjang
sayap
|
0.03 cm
|
|
Warna mata
|
Merah /
orange
|
Tipe tx
|
Objek
Pengamatan
|
Hasil
|
|
Abdomen
|
Lonjong,
kecoklatan, bagian bawah hitam
|
|
Sisir
kelamin
|
betina
|
|
Warna
tubuh
|
Bagian
atas coklat, bawah hitam
|
|
Bentuk
sayap
|
Menjulang
ke atas, mengkerut
|
|
Posisi
sayap
|
Menjulang
ke atas
|
|
Panjang
sayap
|
0,05 cm
|
|
Warna mata
|
Hitam
|
Tipe cu
|
Objek
Pengamatan
|
Hasil
|
|
Abdomen
|
Bulat
|
|
Sisir
kelamin
|
jantan
|
|
Warna
tubuh
|
Merah
kecoklatan
|
|
Bentuk
sayap
|
Elipse
|
|
Posisi
sayap
|
Memanjang
ke atas
|
|
Panjang
sayap
|
0.04 cm
|
|
Warna mata
|
Merah
|
V.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Drosophila
melanogaster Jantan
Phylum :
Arthropoda
Kelas : Insecta
Sub kelas : Pterygota
Ordo : Diptera
Sub ordo : Olyclorrapa
Suku : Drosophilidae
Anak suku : Drosophilinae
Marga : Drosophila
Jenis : Drosophila melanogaster
(Sumber: www.users.rcn.com)
Kelas : Insecta
Sub kelas : Pterygota
Ordo : Diptera
Sub ordo : Olyclorrapa
Suku : Drosophilidae
Anak suku : Drosophilinae
Marga : Drosophila
Jenis : Drosophila melanogaster
(Sumber: www.users.rcn.com)
Drosophila
melanogaster merupakan jenis lalat buah, dimasukkan dalam filum antropoda kelas
insekta diptera, anak bangsa cyclophorha (pengelompokan lalat yang pupanya
terdapat kulit instar 3, mempunyai jaws hooks), seri acaliptra (imago menetas
dengan keluar dari bagian anterior pupa), suku drosophilidae, jenis drosophila
melanogeser di indonesia terdapat sekitar 600 jenis, pulau jawa sekitar 120
jenis dari suku drosophilidae (wheeler,1981). Drosophila melanogester yang
sering ditemukan di indonesia adalah drosophila melannoogaster ananasae,
kikawai, malerkotliana, repleta,hypocausta, imigran dll.
Lalat buah
antrophoda lainya mempunyai konstruksi modular, suatu sri segmen yang teratur.
Segmen ini menyusun tiga bagian tubuh utama. Yaitu: kepala, thoraks, dan
abdomen. Seperti hewan simetris bilateral lainnya, drosophila ini mempunyai
poros anterior dan posterior (kepala-ekor) dan poros dorsoventral (punggung-perut). Pada drosophila, determinan
sitoplasmik yang udah ada di dalam telur memberikan informasi posisional untuk
penempatan kedua poros ini bahkan sebellum fertilisasi, setelah fertilisasi,
informasi dengan benar dan akhirnya akan memicu struktur yang khas dari setiap
segmen.
Drosophila
memiliki warna tubuh kuning kecoklatan dengan cicin berwarna hitam di tubuh
bagian belaakang. Betina memiliki ukuran panjang sekitar 2,5 dan yang jantan
lebih kecil di bandingkan dengan yang betina, pada bagian jantan bagian tubuh
belakang lebih gelap. Dan untuk lalat buah yang liar memiliki mata berwarna
merah.
Secara morfologi Drosophila
melanogaster jantan dan betina dapat dibedakan dengan parameter-parameter
sebagai berikut:
|
Jantan
|
Betina
|
|
Ukuran tubuh lebih kecil
|
Ukuran tubuh lebih besar
|
|
Memiliki 3 ruas abdomen
|
Memiliki 6 ruas abdomen
|
|
Memiliki sisir kelamin/sex comb
|
Tidak memiliki sisir kelamin
|
|
Ujung abdomen tumpul
|
Ujung abdomen runcing
|
Gambar Drosophila melanogaster jantan
dan betina.

·
Jantan
·
betina
Hasil yang
berhasil didapatkan praktikan selama praktikum adalah Drosophila melanogaster
normal jantan dan betina serta mutan-mutan Drosophila melanogaster. Drosophila
melanogaster normal jantan yang praktikan amati memiliki ciri-ciri terdapat
pola garis hitam di sepanjang abdomen dorsalnya dengan pola garis yang berfusi
di bagian ujung abdomennya. Bentuk ujung abdomen Drosophila melanogaster jantan
agak membulat dan tumpul. Praktikan mengamati ujung abdomen Drosophila
melanogaster berbentuk lebih lancip dan menajam bila dibandingkan dengan ujung
abdomen Drosophila melanogaster jantan, dengan pola garis di ujung abdomen
dorsalnya tidak berfusi. Berdasarkan literatur sudah sesuai dengan yang telah
dipraktikumkan.
·
Mutan-mutan
Drosophila melanogaster yang sudah diamati selama praktikum berlangsung adalah
sebagai berikut:
1. white (yw): praktikan mengamati mutan
tersebut memiliki warna badan secara keseluruhan kuning dengan mata berwarna
putih. Artinya, lalat tersebut mengalami dua mutasi. Berdasarkan literatur,
Drosophila melanogaster mutan white memiliki warna mata putih dan mutan w
memiliki warna tubuh kuning secara keseluruhan .
2. Black (b): secara keseluruhan lalat tersebut
memiliki warna tubuh hitam pekat dengan warna mata dan bentuk sayap normal.
Berdasarkan literature, Drosophila melanogaster mutan black memiliki warna
tubuh hitam pekat (Russell. 1994: 113).
3. Taxi (tx): praktikan mengamati sayap mutan
taxi agak merentang ke arah kanan dan kiri bagian tubuhnya. Berdasarkan
literatur, mutan taxi memiliki sayap yang selalu merentang baik ketika terbang
mahupun hinggap (Russell. 1994: 113).
VI.
KESIMPULAN
ü Mengetahui dan memahami pengertian
mutasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi mutasi.
ü Ada beberapa perbedaan morfologi
antara Drosophila melanogaster jantan dengan betina antara lain ukuran tubuh
Drosophila melanogaster betina lebih besar dari tubuh jantan, pola garis hitam
pada abdomen dorsal Drosophila melanogaster jantan berfusi di ujung abdomen
sementara pada betina tidak berfusi, serta ujung abdomen Drosophila
melanogaster jantan tumpul dan membulat sementara ujung abdomen Drosophila
melanogaster betina lancip dan menajam.
ü Mengetahui perbedaan antara
Drosophila melanogaster fenotip normal dengan fenotip mutan biasanya muncul
pada bagian mata, keadaan sayap, dan warna tubuh sesuai dengan tempat dimana
biasanya mutasi pada Drosophila melanogaster terjadi
VII.
DAFTAR PUSTAKA
·
Campbell, N.A., J.B. Reece, & L.G. Mitchell.
2002. BIologi. Edisi kelima-Jilid-1. Terj. dari Biology oleh Lestari, R.
Erlangga, Jakarta: xxi + 438 hlm.
·
Jones, R.N., G.K. Rickards. 1991. Practical
Genetics. Open University Press. Milton Keynes: xii + 228 hlm
·
Russell, P.J. 1994. Foundamental of Genetics.
Harper Collins College Publishers. New York: xiii + 528 hlm
·
Pai, A.C. 1992. Dasar-dasar Genetika. Terj. dari
Apandi, M. Erlangga. Jakarta: x + 438 hlm

Tidak ada komentar:
Posting Komentar