Rabu, 11 Januari 2012

IDENTIFIKASI DROSOPHILA NORMAL DAN MUTANNYA


I.                    LANDASAN TEORI
Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik (DNA maupun RNA), baik pada taraf urutan gen (disebut mutasi titik) maupun pada taraf kromosom. Mutasi pada tingkat kromosomal biasanya disebut aberasi. Mutasi pada gen dapat mengarah pada munculnya alel baru dan menjadi dasar munculnya variasi-variasi baru pada spesies. Mutasi terjadi pada frekuensi rendah di alam, biasanya lebih rendah daripada 1:10.000 individu. Mutasi di alam dapat terjadi akibat zat pembangkit mutasi (mutagen, termasuk karsinogen), radiasi surya maupun radioaktif, serta loncatan energi listrik seperti petir. Individu yang memperlihatkan perubahan sifat (fenotipe) akibat mutasi disebut mutan. Dalam kajian genetik, mutan biasa dibandingkan dengan individu yang tidak mengalami perubahan sifat (individu tipe liar atau "wild type"). Mutasi kromosom, sering juga disebut dengan mutasi besar/gross mutation atau aberasi kromosom adalah perubahan jumlah kromosom dan susunan atau urutan gen dalam kromosom. Mutasi kromosom sering terjadi karena kesalahan meiosis dan sedikit dalam mitosis. Drosophila melanogaster adalah jenis serangga bersayap yang masuk ke dalam ordo Diptera, (bangsa lalat). Spesies ini umumnya dikenal sebagai lalat buah dalam pustaka-pustaka biologi eksperimental (walaupun banyak jenis lalat-lalat buah lainnya) dan merupakan organisme model yang paling banyak digunakan dalam penelitian genetika, fisiologi, dan evolusi sejarah kehidupan. D. melanogaster populer karena sangat mudah berbiak (hanya memerlukan waktu dua minggu untuk menyelesaikan seluruh daur kehidupannya), mudah pemeliharaannya, serta memiliki banyak variasi fenotipe yang relatif mudah diamati. Alasan menggunakan Drosophila melanogaster dalam percobaan adalah Drosophila melanogaster merupakan insekta yang memiliki jumlah kromosom yang sedikit, yaitu 2n = 8. Drosophila melanogaster memiliki siklus hidup yang pendek yaitu sekitar 10-12 hari, dengan menghasilkan telur yang banyak tiap kali Drosophila melanogaster betina bertelur, sehingga mudah dirawat dan mempunyai banyak karakter mutan. Drosophila melanogaster memiliki tiga pasang kromosom penting, yang mempunyai sistem kromosom XX / XY untuk penetapan kromosom seks, mempunyai kromosom raksasa pada kelenjar ludah dari larvanya, dan pada Drosophila melanogaster jantan tidak ditemukan crossing over atau pindah silang saat meiosis terjadi .
II.                  TUJUAN PRAKTIKUM DAM MANFAAT PRAKTIKUM
TUJUAN :
·         Mengenal dan mengetahui fenotipe drosophila nelanogaster normal dan mutannya
MANFAAT :
·         Mengetahui cirri-ciri Drosophila melanogaster jantan dan betina
·         Dapat membedakan Drosophila melanogaster normal dan mutan
III.                BAHAN DAN PERALATAN
Bahan :
·         Biakan tipe Drosophila melanogaster tipe normal (++)
·         Biakan tipe Drosophila melanogaster tipe mutan
a.      Taxi (tx)
b.      Curly (cu)
c.       Black (b)
d.      White (w)
e.      Scarlet (sa)
Peralatan praktikum :
-          Botol etherisasi
-          Cawan petri
-          Kaca pembesar

IV.               LANGKAH KERJA DAN METODE PENGAMATAN
Langkah kerja :
1.      Pindahkan Drosophila melanogaster dari botol biakan ke dalam botol etherisasi. Hentakan botol biakan hingga lalat dewasa tidak menempel pada tutup botol bagian dalam. Pertemukan mulut botol etherisasi dengan botol biakan, yakinkan tidak ada celah untuk Drosophila melanogaster lolos keluar.
2.      Setelah beberapa atau seluruh Drosophila melanogaster berpindah dari botol biakan ke botolo etherisasi, tutup masing-masing botol dengan tutupnya semula.
3.      Bius lalat Drosophila melanogaster dengan cara menetesi bantalan verban dengan ether.
4.      Setelah lalat pingsan, pinadhkan lalat ke dalam cawan petri, kemudian amayi dengan bantuan kaca pembesar.
5.      Apabila pengamatan belum selesai lalat siuman teteskan ether melalui kapas ke dalam cawan petri kemudain tutup cawan petri sehingga lalat kembali pingsan.
Pengamatan :
Tipe normal
Objek Pengamatan
Hasil
Abdomen
Bulat
Sisir kelamin

Warna tubuh
Coklat
Bentuk sayap
Elipse
Posisi sayap
Memanjang ke atas
Panjang sayap
0.03 cm
Warna mata
Merah / orange

Tipe tx
Objek Pengamatan
Hasil
Abdomen
Lonjong, kecoklatan, bagian bawah hitam
Sisir kelamin
betina
Warna tubuh
Bagian atas coklat, bawah hitam
Bentuk sayap
Menjulang ke atas, mengkerut
Posisi sayap
Menjulang ke atas
Panjang sayap
0,05 cm
Warna mata
Hitam





Tipe cu
Objek Pengamatan
Hasil
Abdomen
Bulat
Sisir kelamin
jantan
Warna tubuh
Merah kecoklatan
Bentuk sayap
Elipse
Posisi sayap
Memanjang ke atas
Panjang sayap
0.04 cm
Warna mata
Merah

V.                 HASIL DAN PEMBAHASAN
Drosophila melanogaster Jantan
Drosophila melanogaster Jantan
Phylum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Sub kelas : Pterygota
Ordo : Diptera
Sub ordo : Olyclorrapa
Suku : Drosophilidae
Anak suku : Drosophilinae
Marga :
Drosophila
Jenis : Drosophila melanogaster
(
Sumber: www.users.rcn.com)
Drosophila melanogaster merupakan jenis lalat buah, dimasukkan dalam filum antropoda kelas insekta diptera, anak bangsa cyclophorha (pengelompokan lalat yang pupanya terdapat kulit instar 3, mempunyai jaws hooks), seri acaliptra (imago menetas dengan keluar dari bagian anterior pupa), suku drosophilidae, jenis drosophila melanogeser di indonesia terdapat sekitar 600 jenis, pulau jawa sekitar 120 jenis dari suku drosophilidae (wheeler,1981). Drosophila melanogester yang sering ditemukan di indonesia adalah drosophila melannoogaster ananasae, kikawai, malerkotliana, repleta,hypocausta, imigran dll.
Lalat buah antrophoda lainya mempunyai konstruksi modular, suatu sri segmen yang teratur. Segmen ini menyusun tiga bagian tubuh utama. Yaitu: kepala, thoraks, dan abdomen. Seperti hewan simetris bilateral lainnya, drosophila ini mempunyai poros anterior dan posterior (kepala-ekor) dan poros dorsoventral (punggung-perut). Pada drosophila, determinan sitoplasmik yang udah ada di dalam telur memberikan informasi posisional untuk penempatan kedua poros ini bahkan sebellum fertilisasi, setelah fertilisasi, informasi dengan benar dan akhirnya akan memicu struktur yang khas dari setiap segmen.
Drosophila memiliki warna tubuh kuning kecoklatan dengan cicin berwarna hitam di tubuh bagian belaakang. Betina memiliki ukuran panjang sekitar 2,5 dan yang jantan lebih kecil di bandingkan dengan yang betina, pada bagian jantan bagian tubuh belakang lebih gelap. Dan untuk lalat buah yang liar memiliki mata berwarna merah.
Secara morfologi Drosophila melanogaster jantan dan betina dapat dibedakan dengan parameter-parameter sebagai berikut:
Jantan
Betina
Ukuran tubuh lebih kecil
Ukuran tubuh lebih besar
Memiliki 3 ruas abdomen
Memiliki 6 ruas abdomen
Memiliki sisir kelamin/sex comb
Tidak memiliki sisir kelamin
Ujung abdomen tumpul
Ujung abdomen runcing
Gambar Drosophila melanogaster jantan dan betina.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqUIBqdHHrYRDjTmvkYy5A1PqclXwbenkA7IZnOioxBCjgrOh9Kw4X0YL8_DH1031Ash_yIXTgg12uVirlHffxEtNh7b01iF1TpQeiiTxwS0xK2ZrQ79YJFC3grriFmuyJf4yWvgM6VqI/s320/jantan1.jpg                                         https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzP4-uYajlwurYCUD3aQlpW8YpiRUhfEWNV0nf7nj4mddbQmfTuSVCTiwNxyUrjG-8WK2OeK3JZJjr3T0P7m12_Pk2r11HQUQ0FJH15ujO-vT2Pi76h_km8bIjTslCm0xDn5eCE2Evc5c/s320/betina1.jpg

·         Jantan
·         betina

Hasil yang berhasil didapatkan praktikan selama praktikum adalah Drosophila melanogaster normal jantan dan betina serta mutan-mutan Drosophila melanogaster. Drosophila melanogaster normal jantan yang praktikan amati memiliki ciri-ciri terdapat pola garis hitam di sepanjang abdomen dorsalnya dengan pola garis yang berfusi di bagian ujung abdomennya. Bentuk ujung abdomen Drosophila melanogaster jantan agak membulat dan tumpul. Praktikan mengamati ujung abdomen Drosophila melanogaster berbentuk lebih lancip dan menajam bila dibandingkan dengan ujung abdomen Drosophila melanogaster jantan, dengan pola garis di ujung abdomen dorsalnya tidak berfusi. Berdasarkan literatur sudah sesuai dengan yang telah dipraktikumkan.

·         Mutan-mutan Drosophila melanogaster yang sudah diamati selama praktikum berlangsung adalah sebagai berikut:
1.      white (yw): praktikan mengamati mutan tersebut memiliki warna badan secara keseluruhan kuning dengan mata berwarna putih. Artinya, lalat tersebut mengalami dua mutasi. Berdasarkan literatur, Drosophila melanogaster mutan white memiliki warna mata putih dan mutan w memiliki warna tubuh kuning secara keseluruhan .
2.      Black (b): secara keseluruhan lalat tersebut memiliki warna tubuh hitam pekat dengan warna mata dan bentuk sayap normal. Berdasarkan literature, Drosophila melanogaster mutan black memiliki warna tubuh hitam pekat (Russell. 1994: 113).
3.      Taxi (tx): praktikan mengamati sayap mutan taxi agak merentang ke arah kanan dan kiri bagian tubuhnya. Berdasarkan literatur, mutan taxi memiliki sayap yang selalu merentang baik ketika terbang mahupun hinggap (Russell. 1994: 113).
VI.               KESIMPULAN

ü  Mengetahui dan memahami pengertian mutasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi mutasi.
ü  Ada beberapa perbedaan morfologi antara Drosophila melanogaster jantan dengan betina antara lain ukuran tubuh Drosophila melanogaster betina lebih besar dari tubuh jantan, pola garis hitam pada abdomen dorsal Drosophila melanogaster jantan berfusi di ujung abdomen sementara pada betina tidak berfusi, serta ujung abdomen Drosophila melanogaster jantan tumpul dan membulat sementara ujung abdomen Drosophila melanogaster betina lancip dan menajam.
ü  Mengetahui perbedaan antara Drosophila melanogaster fenotip normal dengan fenotip mutan biasanya muncul pada bagian mata, keadaan sayap, dan warna tubuh sesuai dengan tempat dimana biasanya mutasi pada Drosophila melanogaster terjadi

VII.             DAFTAR PUSTAKA
·         Campbell, N.A., J.B. Reece, & L.G. Mitchell. 2002. BIologi. Edisi kelima-Jilid-1. Terj. dari Biology oleh Lestari, R. Erlangga, Jakarta: xxi + 438 hlm.
·         Jones, R.N., G.K. Rickards. 1991. Practical Genetics. Open University Press. Milton Keynes: xii + 228 hlm
·         Russell, P.J. 1994. Foundamental of Genetics. Harper Collins College Publishers. New York: xiii + 528 hlm
·         Pai, A.C. 1992. Dasar-dasar Genetika. Terj. dari Apandi, M. Erlangga. Jakarta: x + 438 hlm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar