Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman jagung perlu
dilakukan agar produksinya dapat sesuai harapan. Gulma atau tanaman pengganggu
dapat menurunkan hasil jagung. Oleh karena itu, sebaiknya pertanaman jagung
bebas gulma saat di tanam hingga sepertiga umur tanaman. Pembersihan gulma juga
dapat mengurangi intensitas serangan penggerek batang.
·
Hama Lundi, menyerang tanaman pada
waktu pertumbuhan, pengendaliannya dengan cara mengatur waktu tanam, atau
dengan menggunakan insektisida sistemik, yang ditabur ke dalam tanah, misalnya
Mephosfolan atau Carbofuran dengan dosis 1,5 kg bahan aktif/ha, cara lain
pengendaliannya adalah dengan menanam lebih awal.
· Lalat Bibit (Antherigona exigua Stein) menyerang biji
yang baru tumbuh, pengendaliannya dilakukan 2-3 hari sekali, atau menggunakan
insektisida folidol, agrocide, dengan dosis seperti anjuran (misal 1,5 – 2
cc/liter air)
·
Ulat Tanah (Agrotis sp) menyerang tanaman kecil, dikendalikan dengan cara
manual dengan membunuh ulatnya, atau sebelum ditanam tanahnya ditaburi
Carbopuran.
·
Ulat Daun (Prodenia litura F) menyerang pucuk daun pada waktu tanaman berumur
1 bulan, harus disemprot dengan salah satu insektisida yang dianjurkan.
· Penggerek Batang (Sesamia inferens Wlk) menyerang tanaman
yang sudah berbunga, dapat dilakukan pencegahan dengan penyemprotan pada waktu
tanaman menjelang berbunga (dengan insektisida yang dianjurkan dan sesuai
dosis).
·
Ulat Tentara (Leucania unifenuta HAW) menyerang tanaman dewasa pada malam hari,
segera dikendalikan apabila serangan sudah mencapai diatas ambang ekonomi.
·
Ulat Tongkol (Heliothis armigera HSN) merupakan lalat perusak tanaman, menyerang
bakal buah atau tongkol jagung, disemprot bila diperlukan saja, waktu
penyemprotan yang baik adalah pagi hari antara 06.00-09.00 atau pada sore hari
antara 16.00-18.00.
·
Penyakit Bulai (Corn downy mildew)
berbentuk cendawan (jamur), gejala serangan timbul garis kuning yang lebar pada
daun, bila terbawa dari benih maka setiap daun muda yang baru tumbuh nampak
kuning, penularannya melalui benih atau melalui spora yang terbawa angin. Cara
pengendaliannya menanam varietas yang tahan, menanam secara serentak,
pencampuran sentrimone.
·
Penyakit Helminthosporium, penyakit
cendawan dengan gejala serangan membentuk bercak lonjong berwarna kuning di
tengah dan dikelilingi warna coklat, menyerang daun, pelepah dan tongkol, cara
pengendalian menghindari penanaman yang terus menerus, penyemprotan dengan
fungisida sesuai petunjuk dan anjuran.
·
Penyakit Karat, penyakit cendawan Puccinia polysora dengan gejala serangan
noda kecil diatas permukaan daun bagian atas, pada bercak terdapat tepung
berwarna coklat kuning. Cara pengendalian menanam varietas yang tahan,
memusnahkan tanaman yang terserang dengan membakar dan membenamkan kedalam
tanah.
Referensi :
·
http://penyuluhthl.wordpress.com/2011/05/20/hama-dan-penyakit-tanaman-jagung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar