I.
PENDAHULUAN
Pestisida
nabati bisa dibuat dalam pengolahan tertentu skala industry komersial atau
secara sederhana dilakukan oleh petani. bahan aktip pestisida nabati adalah
produk alam yang berasal dari tanaman yang mempunyai kelompok metabolit
sekunder yang mengandung beribu-ribu senyawa bioaktif seperti alkaloid,
terpenoid, fenolik, dan zat-zat kimia sekunder lainya. Senyawa bioktif tersebut
apabila diaplikasikan ketananaman yang terifeksi OPT, tidak berpengaruh
terhadap potosintesis pertumbuhan ataupun aspek fisiologi tanaman lainya.
Namaun berpengaruh terhada system sarap otot, keseimbangan hormon, reproduksi,
perilaku berupa penarik, anti makan ,dan system pernapasan OPT. lebih dari 1500
jenis tumbuhan dari berbagai penjuru dunia diketahui dapat dignakan sebagai
pestisida nabati. Family tumbuhan yang dianggap merupakan sumber potesnsial
insektisida nabati antara lain Maliaceae, Annonaceae, Astraceae, Piperaceae dan
Rutaceae. Selain bersifat insektisida, jenis-jenis tumbuhan tersebut juga
memiliki sifat sebagai fungisida, virusida, nematisida, bakterisida, mitisida,
maupun rodentisida. Jenis pestisida yang berasal dari tumbuhan tersebut dapat
ditemuka di sekitar tempat tinggal kita, dapat disiapkan dengan mudah
menggunakan bahan serta peralatan sederhana. Beberapa tanaman yang dapat
digunakan sebagai pestisida nabati antara lain : kunyit daun papaya, bawang
putih, mengkudu, dan jahe.
·
Tujuan
Praktikum
Tujuan
dari praktikum ini adalah agar mahasisma mampu membuat pestisida nabati sendiri
dan mengatahui bahan pestisida nabati mana yang dapat mengendalikan utat
grayak.
·
Manfaat
Praktikum
Manfaat
dari praktikum pembutan pestisida nabati adalah agar mahasiswa dapat membuat
pestisida nabati sendiri setelah mengetahui teknik-teknik pembuatan pestisida
nabati dan telah mengetahui manfaat dari pestisida nabati tersebut.
·
Lokasi
dan waktu pelaksanaan praktikum
Lokasi
: Praktikum pembuatan pestisida
nabati dilaksanakan di kebun RPM, UIN SGD Bandung. Waktu : Hari : Selasa . Tanggal: 13 -11- 2012
II.
POKOK
BAHASAN
Cara
pembuatan pestisida nabati dari beberapa bahan nabati dan pengamplikasiaan
pestisida nabati
III.
LOKASI
PRAKTIKUM
Praktikum pembuatan pestisida nabati dilaksanakan di kebun RPM,
UIN SGD Bandung.
IV.
ALAT
DAN BAHAN
a.
Alat
dan Bahan
-
50 g jahe
-
3 liter air
-
12 ml deterjen/sabun
-
Alat penumbuk/blender
-
Alat penyaring
-
Ember kecil
-
Bobot semprot
-
Kotak transparan 500 ml
-
Kain kasa
-
Dan talas sebagai makanan ulat
-
10 ekor ulat grayak
b.
Prosedur
Pelaksanaan Praktikum
-
50 g jahe dihancurkan sampai halus
-
Ditambahkan dengan 3 liter air dan 12
ml deterjen
-
Adak sampai rata kemudian disaring
-
Aplikasikan pestisida nabati ini pada
daun talas, kemudian simpan pada dalam kotak transpran 500 ml.
-
Amati setiap hari jumlah ulat yang
mati.
V.
HASIL
PENGAMATAN
|
Jumlah 10 populasi ulat
|
|
|
Hari ke- 2
|
Jumlah ulat yang mati 2
|
|
Hari ke- 5
|
Julah ulat yang mati menjadi 4
|
|
Hari ke- 7
|
jumlah ulat yang mati 6
|
|
Sisa populasi ulat menjadi 4 dan dapat bertahan hidup
|
|
VI.
PEMBAHASAN
Pestisida nabati adalah pestisida
yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan atau bagian tumbuhan seperti akar,
daun, batang atau buah. Bahan-bahan ini diolah menjadi berbagai bentuk, antara
lain bahan mentah berbentuk tepung, ekstrak atau resin yang merupakan hasil
pengambilan cairan metabolit sekunder dari bagian tumbuhan atau bagian tumbuhan
dibakar untuk diambil abunya dan digunakan sebagai pestisida. Pada umumnya pestisida sintetik dapat membunuh langsung organisme
sasaran dengan cepat. Hal ini berbeda dengan pestisida nabati, sebagai contoh
insektisida nabati yang umumnya tidak dapat mematikan langsung serangga,
biasanya berfungsi seperti berikut:
1. Refelen, yaitu menolak kehadiran serangga
terutama disebabkan baunya yang menyengat
2. Antifidan, menyebabkan serangga tidak menyukai
tanaman, misalnya disebabkan rasa yang pahit
3.
Mencegah serangga meletakkan telur dan menghentikan proses penetasan telur
4. Racun
syaraf
5.
Mengacaukan sistem hormon di dalam tubuh serangga
6. Attraktan, sebagai pemikat kehadiran serangga
yang dapat digunakan sebagai perangkap.
Pestisida nabati
dapat membunuh atau mengganggu serangan hama dan penyakit melalui cara kerja
yang unik, yaitu dapat melalui perpaduan berbagai cara atau secara tunggal. Cara
kerja pestisida nabati sangat spesifik, yaitu :
- merusak perkembangan telur, larva dan pupa
- menghambat pergantian kulit
- mengganggu komunikasi serangga
- menyebabkan serangga menolak makan
- menghambat reproduksi serangga betina
- mengurangi nafsu makan
- memblokir kemampuan makan serangga
- mengusir serangga
- menghambat perkembangan patogen penyakit.
Pestisida nabati
mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan. Keunggulan pestisida nabati adalah
:
- murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani
- relatif aman terhadap lingkungan
- menyebabkan keracunan pada tanaman
- sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama
- kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain
- menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.
Sementara,
kelemahannya adalah : (1) daya kerjanya relatif lambat; (2) tidak membunuh
jasad sasaran secara langsung; (3) tidak tahan terhadap sinar matahari; (4)
kurang praktis; (5) tidak tahan disimpan (6) kadang-kadang harus disemprotkan
berulang-ulang.
Pada
praktikum pestisida nabati ini , terdapat 10 jumlah populasi ulat yang akan
diamati . selanjutnya disemprotkan pada daun singkong lalu ulat-ulat tersebut
disatukan ke dalam wadah. hasil yang didapat setelah pengaplikasian terhadap
daun singkong adalah , adanya ulat yang mati pada hari ke dua, ke lima dan ke
tujuh , dengan jumlah populasi yang mati sebanyak 6. Ini menunjukan bahwa
adanya pengaruh yang nyata pestisida nabati (jahe) dengan hama ulat tersebut
walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama . jahe memiliki kandungan Minyak asiri dalam jahe
terdiri atas n-nonylaldehide, dcamphene, d-â-phellandrene, methyl heptenone,
cineol, d-borneol, geraniol,linalool, acetates, caprylate, citral, chavicol dan
zingiberene. Selain itu juga mengandung resin dan serat yang memiliki sifat
sebagai insekrisida dan penolak (repellent). Tentunya hal ini bisa sangat
bermanfaat untuk pembuatan pastisida nabati
kelebihan dari pestisida nabati adalah ramah terhadap lingkungan,
pembuatannya praktis, mudah, dari segi ekonomi sangat bersahabat serta tidak
menyebabkan pencemaran lingkungan. sehingga untuk pengaplikasian pestisida ini
seharusnya banyak dilakukan juga oleh para petani .
VII. KESIMPULAN
Dari hasil data praktikum yang kami
peroleh kali ini kesimpulan yang kami peroleh yaitu, Kita bisa mengetahui cara
pembuatan pestisida nabati dan juga cara pengaplikasiannya terhadap tanaman
serta kita tahu jenis tanaman apa saja yang bias di buat untuk pestisida
nabati. Pestisida nabati mempunyai kelebihan yang tidak dimilki oleh pestisida
kimia yaitu diantaranya adalah tingkat degradasinya kecil, tidak menyebabkan
pencemaran lingkungan,cara mendapatkannya mudah dan lain sebagainya. Pestisida
nabati dapat membunuh atau mengganggu serangan hama dan penyakit melalui cara
kerja yang unik, yaitu dapat melalui perpaduan berbagai cara atau secara
tunggal.
DAFTAR
PUSTAKA
·
Kardinan,
A. 2000. Pestisida Nabati: Ramuan dan Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta.
·
Nurtiati,
Hamidah, dan T. Widya. 2001. Pemanfaatan bioinsektisida ekstrak daun
Azadirachta indica A. Juss. sebagai pengendali hayati ulat daun kubis Plutella
xyclostella. J. MIPA. 6 (1)
·
Anonimous. 1994. Hasil Penelitian Dalam Rangka
Pemanfaatan Pestisida Nabati. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993.
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. 311 Hal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar