Minggu, 02 Desember 2012

PRAKTIKUM V PENGUJIAN PESTISIDA NABATI JAHE



I.        PENDAHULUAN
Pestisida nabati bisa dibuat dalam pengolahan tertentu skala industry komersial atau secara sederhana dilakukan oleh petani. bahan aktip pestisida nabati adalah produk alam yang berasal dari tanaman yang mempunyai kelompok metabolit sekunder yang mengandung beribu-ribu senyawa bioaktif seperti alkaloid, terpenoid, fenolik, dan zat-zat kimia sekunder lainya. Senyawa bioktif tersebut apabila diaplikasikan ketananaman yang terifeksi OPT, tidak berpengaruh terhadap potosintesis pertumbuhan ataupun aspek fisiologi tanaman lainya. Namaun berpengaruh terhada system sarap otot, keseimbangan hormon, reproduksi, perilaku berupa penarik, anti makan ,dan system pernapasan OPT. lebih dari 1500 jenis tumbuhan dari berbagai penjuru dunia diketahui dapat dignakan sebagai pestisida nabati. Family tumbuhan yang dianggap merupakan sumber potesnsial insektisida nabati antara lain Maliaceae, Annonaceae, Astraceae, Piperaceae dan Rutaceae. Selain bersifat insektisida, jenis-jenis tumbuhan tersebut juga memiliki sifat sebagai fungisida, virusida, nematisida, bakterisida, mitisida, maupun rodentisida. Jenis pestisida yang berasal dari tumbuhan tersebut dapat ditemuka di sekitar tempat tinggal kita, dapat disiapkan dengan mudah menggunakan bahan serta peralatan sederhana. Beberapa tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati antara lain : kunyit daun papaya, bawang putih, mengkudu, dan jahe.
·         Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah agar mahasisma mampu membuat pestisida nabati sendiri dan mengatahui bahan pestisida nabati mana yang dapat mengendalikan utat grayak.
·         Manfaat Praktikum
Manfaat dari praktikum pembutan pestisida nabati adalah agar mahasiswa dapat membuat pestisida nabati sendiri setelah mengetahui teknik-teknik pembuatan pestisida nabati dan telah mengetahui manfaat dari pestisida nabati tersebut.
·         Lokasi dan waktu pelaksanaan praktikum
Lokasi : Praktikum pembuatan pestisida nabati dilaksanakan di kebun RPM, UIN SGD Bandung. Waktu : Hari : Selasa . Tanggal: 13 -11- 2012
II.         POKOK BAHASAN
Cara pembuatan pestisida nabati dari beberapa bahan nabati dan pengamplikasiaan pestisida nabati
III.       LOKASI PRAKTIKUM
Praktikum pembuatan pestisida nabati dilaksanakan di kebun RPM, UIN SGD Bandung.
IV.      ALAT DAN BAHAN
a.      Alat dan Bahan

-          50 g jahe
-          3 liter air
-          12 ml deterjen/sabun
-          Alat penumbuk/blender
-          Alat penyaring
-          Ember kecil
-          Bobot semprot
-          Kotak transparan 500 ml
-          Kain kasa
-          Dan talas sebagai makanan ulat
-          10 ekor ulat grayak

b.   Prosedur Pelaksanaan Praktikum
-          50 g jahe dihancurkan sampai halus
-          Ditambahkan dengan 3 liter air dan 12 ml deterjen
-          Adak sampai rata kemudian disaring
-          Aplikasikan pestisida nabati ini pada daun talas, kemudian simpan pada dalam kotak transpran 500 ml.
-          Amati setiap hari jumlah ulat yang mati.


V.        HASIL PENGAMATAN
Jumlah 10 populasi ulat
Hari ke- 2
Jumlah ulat yang mati 2
Hari ke- 5
Julah ulat yang mati menjadi 4
Hari ke- 7
jumlah ulat yang mati 6
Sisa populasi ulat menjadi 4 dan dapat bertahan hidup

VI.      PEMBAHASAN
Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan atau bagian tumbuhan seperti akar, daun, batang atau buah. Bahan-bahan ini diolah menjadi berbagai bentuk, antara lain bahan mentah berbentuk tepung, ekstrak atau resin yang merupakan hasil pengambilan cairan metabolit sekunder dari bagian tumbuhan atau bagian tumbuhan dibakar untuk diambil abunya dan digunakan sebagai pestisida. Pada umumnya pestisida sintetik dapat membunuh langsung organisme sasaran dengan cepat. Hal ini berbeda dengan pestisida nabati, sebagai contoh insektisida nabati yang umumnya tidak dapat mematikan langsung serangga, biasanya berfungsi seperti berikut:
1. Refelen, yaitu menolak kehadiran serangga terutama disebabkan baunya yang menyengat
2. Antifidan, menyebabkan serangga tidak menyukai tanaman, misalnya disebabkan rasa yang pahit
3. Mencegah serangga meletakkan telur dan menghentikan proses penetasan telur
4. Racun syaraf
5. Mengacaukan sistem hormon di dalam tubuh serangga
6. Attraktan, sebagai pemikat kehadiran serangga yang dapat digunakan sebagai perangkap.
Pestisida nabati dapat membunuh atau mengganggu serangan hama dan penyakit melalui cara kerja yang unik, yaitu dapat melalui perpaduan berbagai cara atau secara tunggal. Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, yaitu :
  • merusak perkembangan telur, larva dan pupa
  • menghambat pergantian kulit
  • mengganggu komunikasi serangga
  • menyebabkan serangga menolak makan
  • menghambat reproduksi serangga betina
  • mengurangi nafsu makan
  • memblokir kemampuan makan serangga
  • mengusir serangga
  • menghambat perkembangan patogen penyakit.
Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan. Keunggulan pestisida nabati adalah :
  • murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani
  • relatif aman terhadap lingkungan
  • menyebabkan keracunan pada tanaman
  • sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama
  • kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain
  • menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.
Sementara, kelemahannya adalah : (1) daya kerjanya relatif lambat; (2) tidak membunuh jasad sasaran secara langsung; (3) tidak tahan terhadap sinar matahari; (4) kurang praktis; (5) tidak tahan disimpan (6) kadang-kadang harus disemprotkan berulang-ulang.

Pada praktikum pestisida nabati ini , terdapat 10 jumlah populasi ulat yang akan diamati . selanjutnya disemprotkan pada daun singkong lalu ulat-ulat tersebut disatukan ke dalam wadah. hasil yang didapat setelah pengaplikasian terhadap daun singkong adalah , adanya ulat yang mati pada hari ke dua, ke lima dan ke tujuh , dengan jumlah populasi yang mati sebanyak 6. Ini menunjukan bahwa adanya pengaruh yang nyata pestisida nabati (jahe) dengan hama ulat tersebut walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama . jahe memiliki kandungan Minyak asiri dalam jahe terdiri atas n-nonylaldehide, dcamphene, d-â-phellandrene, methyl heptenone, cineol, d-borneol, geraniol,linalool, acetates, caprylate, citral, chavicol dan zingiberene. Selain itu juga mengandung resin dan serat yang memiliki sifat sebagai insekrisida dan penolak (repellent). Tentunya hal ini bisa sangat bermanfaat untuk pembuatan pastisida nabati  kelebihan dari pestisida nabati adalah ramah terhadap lingkungan, pembuatannya praktis, mudah, dari segi ekonomi sangat bersahabat serta tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. sehingga untuk pengaplikasian pestisida ini seharusnya banyak dilakukan juga oleh para petani .

VII.    KESIMPULAN
Dari hasil data praktikum yang kami peroleh kali ini kesimpulan yang kami peroleh yaitu, Kita bisa mengetahui cara pembuatan pestisida nabati dan juga cara pengaplikasiannya terhadap tanaman serta kita tahu jenis tanaman apa saja yang bias di buat untuk pestisida nabati. Pestisida nabati mempunyai kelebihan yang tidak dimilki oleh pestisida kimia yaitu diantaranya adalah tingkat degradasinya kecil, tidak menyebabkan pencemaran lingkungan,cara mendapatkannya mudah dan lain sebagainya. Pestisida nabati dapat membunuh atau mengganggu serangan hama dan penyakit melalui cara kerja yang unik, yaitu dapat melalui perpaduan berbagai cara atau secara tunggal.
DAFTAR PUSTAKA
·         Kardinan, A. 2000. Pestisida Nabati: Ramuan dan Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta.
·         Nurtiati, Hamidah, dan T. Widya. 2001. Pemanfaatan bioinsektisida ekstrak daun Azadirachta indica A. Juss. sebagai pengendali hayati ulat daun kubis Plutella xyclostella. J. MIPA. 6 (1)
·         Anonimous. 1994. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. 311 Hal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar