Minggu, 02 Desember 2012

PENGENALAN SISTEM IRIGASI TETES



1.          LATAR BELAKANG
Air sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan keberhasilan peningkatan produksi pertanian, ketersediaannya mutlak diperlukan baik secara jumlah maupun kualitasnya. Akan tetapi seiring dengan adanya dampak perubahan iklim, pergeseran musim kemarau ataupun musim hujan memberikan dampak pada ketersediaan air di areal pertanian.
Kebutuhan air tanaman (KAT) sebagian besar dipenuhi dari hujan akan tetapi apabila kebutuhan air tidak terpenuhi oleh air hujan, harus dilakukan upaya untuk dapat mencukupi kebutuhan air pada fase pertumbuhan tanaman, sehingga dapat menyesuaikan antara waktu panen dan permintaan pasar, maka pelaksanaan pengelolaan air melalui irigasi sangat dibutuhkan khususnya untuk memenuhi kebutuhan air di musim kemarau. Irigasi tetes merupakan salah satu sistem irigasi mikro yang memiliki tingkat efisiensi penggunaan air yang paling tinggi dibandingkan dengan irigasi curah.
Dalam implementasinya, oleh karena irigasi tetes memerlukan biaya investasi relatif mahal, maka pendayagunaan sistem irigasi tetes perlu diarahkan kepada Tanaman Bernilai Ekonomi Tinggi (TBET).

2.          TUJUAN
Tujuan diadakannya praktikum irigasi bertekanan : irigasi tetes (drip irrigation) adalah untuk mengetahui karakteristik serta mengetahui debit aplikasi setiap emiter (dripper) pada irigasi tetes untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Kegunaan dari praktikum irigasi bertekanan : irigasi tetes (drip irrigation) adalah agar mahasiswa mampu mengaplikasikan penggunaan dan pemanfaatan air secara optimal melalui sistem irigasi tetes.

3.          TINJAUAN PUSTAKA
Prinsip keja irgasi tetes adalah  pemberian air ke tanah untuk pemenuhan kebutuhan air bagi tanaman, dengan cara meneteskan air melalui emiter, yang mengarah langsung pada zona perakaran. Irigasi tetes merupakan pengembangan dari irigasi yang sudah ada sebelumnya, misalnya saja irigasi permukaan, irigasi pancar dll. Irigasi ini sangatlah efektif untuk efisiensi penggunaan air, karena sasaran irigasi tetes ini langsung ke akar sehingga kecil kemungkinan air mengalami penguapan. Irigasi tetes adalah suatu sistem untuk memasok air (dan pupuk) tersaring ke dalam tanah melalui suatu pemancar (emitter). Irigasi tetes menggunakan debit kecil dan konstan serta tekanan rendah. Air akan menyebar di tanah baik ke samping maupun ke bawah karena adanya gaya kapiler dan gravitasi. Bentuk sebarannya tergntung jenis tanah, kelembaban, permeabilitas tanah, dan jenis tanaman (Keller dan Bliesner, 1990).
Pemberian air pada irigasi tetes dilakukan dengan menggunakan alat aplikasi yang dapat memberikan air dengan debit yang rendah dan frekuensi yang tinggi (hampir terus menerus) disekitar perakaran tanaman. Tekanan air yang masuk ke alat aplikasi sekitar 1,0 bar dan dikeluarkan dengan tekanan mendekati nol untuk mendapatkan tetesan yang terus menerus dan debit yang rendah. Sehingga irigasi tetes diklasifikasikan sebagai irigasi bertekanan rendah. Sistem irigasi tetes didesain untuk dioperasikan secara harian (minimal 12 jam per hari) dan tingkat kelembaban tanaman dapat diatur. Irigasi tetes mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya:
a.      Meningkatkan nilai guna air
Secara umum, air yang digunakan pada irigasi tetes lebih sedikit dibandingkan dengan metode lain
b. Meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil
Dengan irigasi tetes, kelembaban tanah dapat dipertahankan pada tingkat yang optimal bagi pertumbuhan tanaman
c. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemberian
Pemberian pupuk dan bahan kimia pada metode ini dicampur dengan air irigasi, sehingga pupuk atau bahan kimia yang digunakan menjadi lebih sedikit, frekuensi pemberian lebih tinggi dan distribusinya hanya di sekitar daerah perakaran
d. Menekan resiko penumpukan garam
Pemberian air secara terus-menerus akan melarutkan dan menjauhkan garam dari daerah perakaran
e. Menekan pertumbuhan gulma
Pemberian air pada irigasi tetes hanya terbatas di daerah sekitar tanaman, sehingga pertumbuhan gulma dapat ditekan
f. Menghemat tenaga kerja
Sistem irigasi tetes dapat dengan mudah dioperasikan secara otomatis, sehingga tenaga kerja yang diperlukan lebih sedikit (James, 1982).
4.          BAHAN DAN ALAT

4. 1   BAHAN
Bahan yang digunakan dalam praktikum irigasi bertekanan (irigasi tetes) adalah air.
4. 2   ALAT
Alat yang digunakan dalam praktikum irigasi bertekanan : irigasi tetes (trickle irrigation) adalah sebagai berikut :
a.      Pompa air dan instalasi pipa dasar (sumber air)
b.      Tangki air untuk menampung air dari tangki utama (sumber air)
c.       Emiter (dripper), pemasangan emiter secara on-line emitter pada pipa lateral dengan menggunakan niple
d.      Gelas ukur
e.      Stowatch
f.        Selang
g.      Alat tulis-menulis

5.          HASIL PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN
DATA HASIL PENGUKURAN
No.
Emiter
Volume (ml)
Waktu (menit)
Tekanan (putaran kran)
1
1A
100
10
1
2
1B
105
10
1
3
2A
120
10
1
4
2B
120
10
1
5
3A
110
10
1
6
3B
145
10
1
7
4A
130
10
1
8
4B
120
10
1
9
5A
60
10
1
10
5B
40
10
1
11
6A
100
10
1
12
6B
50
10
1
13
7A
140
10
1
14
7B
140
10
1
15
8A
140
10
1
16
8B
110
10
1
17
9A
100
10
1
18
9B
40
10
1
19
10A
105
10
1
20
10B
135
10
1
21
1A
120
10
½
22
1B
120
10
½
23
2A
110
10
½
24
2B
130
10
½
25
3A
130
10
½
26
3B
220
10
½
27
4A
150
10
½
28
4B
140
10
½
29
5A
50
10
½
30
5B
40
10
½
31
6A
140
10
½
32
6B
60
10
½
33
7A
160
10
½
34
7B
150
10
½
35
8A
150
10
½
36
8B
110
10
½
37
9A
110
10
½
38
9B
30
10
½
39
10A
110
10
½
40
10B
150
10
½
 PERHITUNGAN
a.      Koefisien variasi pabrikasi emiter (cv)
cv 1 putaran kran :
cv ½ putaran kran :

Jadi, pada tekanan 1 putaran kran koefisien variasi pabrikasi emiternya (cv) adalah       2,7 × 10-2 liter/jam, dan pada tekanan ½ putaran kran koefisien variasi pabrikasi emiternya (cv) adalah 1,92 x 10-3 . Klasifikasi cv yang disarankan pada tipe emiter point source, pada tekanan 1 putaran kran dengan cv < 0,05 maka tekanan 1 putaran kran termasuk klasifikasi yang baik. Dan pada tekanan ½ putaran kran dengan cv juga <0,05 maka tekanan ½ putaran kran termasuk klasifikasi yang baik .
b.      Keseragaman emisi (EU)
EU 1 putaran kran :
 
%

EU ½ putaran kran :
 
78,37 %
Jadi, karena pada 1 putaran kran EU-nya adalah 57,43 % tetapi pada tipe emiter point source pada tanaman permanen dan topografinya seragam dengan EU yang disarankan untuk daerah keringnya adalah 90-95 %, maka emisi yang digunakan tidak sesuai dengan irigasi teknis. Dan pada ½ putaran kran EU-nya adalah 78,37  %, maka emisi yang digunakan sesuai dengan irigasi tetes .
6.          KESIMPULAN
Pada praktek kali ini, mahasiswa mampu mengaplikasikan irigasi tetes. Adanya irigasi tetes ini merupakan salah satu alternatif sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan air pada tanaman .
Dari praktikum yang telah kami kerjakan, didapat kesimpulan bahwa irigasi tetes yang sesuai dapat  menggunakan irigasi tetes dengan ½ putaran, karena memiliki nilai EU 78,37 % dibandingkan dengan irigasi tetes 1 putaran memiliki nilai EU 57,43 %.


7.     DAFTAR PUSTAKA
·        Tim Pengajar Irigasi dan Drainasi, 2012. Materi 7 irigasi tetes. FPUB.     Malang.
·        Roberto K. 2004. How-To Hydroponics Fourth Edition. Futuregarden Press. New York.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar